Berita Jakarta
Bela Diri! PLN Sebut Transportasi dan Cuaca Kemarau yang Bikin Polusi Udara di Jakarta, Bukan PLTU
Polusi udara yang parah di Jakarta diduga berasal dari 16 PLTU berbasis batu bara yang mengepung Ibu Kota.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saat rakyat Indonesia sedang merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-78, namun DKI Jakarta sedang dilanda polusi udara.
Bahkan, Kota Jakarta menjadi salah satu kota terpolusi di dunia yang membuat warga di Ibu Kota mulai alami sakit pernapasan.
Polusi udara yang parah di Jakarta diduga berasal dari 16 PLTU berbasis batu bara yang mengepung Ibu Kota.
Namun hal itu langsung dibantah oleh Executive Vice President (EVP) Operasi Sistem Ketenagalistrikan PLN Dispriansyah.
Dikutip dari Kompas.com, Dispriansyah mengatakan, bahwa tuduhan itu tidak mendasar.
Pasanya, industri PLTU di sekitar Jakarta sudah beroperasi sejak puluhan tahun.
Dispriansyah mengatakan bahwa saat pandemi Covid-19, keberadaan PLTU tak memengaruhi kualitas udara Jakarta.
Baca juga: Heru Budi Hartono Yakin ASN Patuhi Aturan WFH, Aktivis Malah Pesimistis Bisa Tekan Polusi Udara
"Itu (PLTU) sudah lama, jadi tidak ada hubungannya yang sekarang ini (polusi udara) dengan PLTU," kata Dispriansyah saat ditemui di Ayana Midplaza, Jakarta, Selasa (15/8/2023).
"PLTU beroperasi itu dulu zamannya pandemi covid-19 dia juga beroperasi terbukti enggak ada masalah polusi itu," ujar Dispriansyah.
Dispriansyah menilai, penyumbang polusi udara di Jakarta saat ini adalah sektor transportasi dan ditambah dengan cuaca di Jakarta yang sedang kemarau.
"Menurut saya pribadi, bukan karena saya orang PLN ya, ini (polusi udara) karena transportasi yang membuat kondisi saat ini. Ditambah cuaca lebih panas, debu itu berterbangan," terang Dispriansyah.
Baca juga: PLN Tak Mau Disalahkan Soal PLTU Jadi Penyebab Polusi Udara di Jakarta: Waktu Covid Gak Masalah
Ada Kontribusi PLTU
Diberitakan sebelumnya bahwa Kepala Divisi Pengendali Lingkungan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) Fajri Fadhillah menjelaskan, keberadaan PLTU turut berkontribusi terhadap polusi udara Jakarta karena beberapa faktor.
"Kualitas udara di suatu daerah itu selain dipengaruhi oleh jumlah sumber pencemar udara, juga dipengaruhi oleh kondisi meteorologis dan geografis," ucap Fajri kepada Kompas.com, Selasa (15/8/2023).
Dalam hal ini, kondisi meteorologis dan geografis yang dimaksud adalah arah angin, kecepatan angin, tinggi dataran, kelembaban, dan seterusnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pln-15agust.jpg)