Selasa, 12 Mei 2026

Pilpres 2024

Golkar dan PAN Gabung KKIR, Posisi Cak Imin Bakal Makin Rapuh di Mata Prabowo

Bergabungnya Golkar dan PAN membuat posisi tawar Muhaimin Iskandar di KKIR semakin rendah. Dia berpotensi pecah kongsi dengan Prabowo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rusna Djanur Buana | Editor: Rusna Djanur Buana
KOMPAS.com/ Tatang Guritno
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Jumat (11/8/2023) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang dibesut Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Secara teoritis, bergabungnya Partai Golkar dan PAN akan menambah amunisi dan tingkat keterpilihan Prabowo Subianto.

Seperti diketahui, sebelum PAN dan Partai Golkar bergabung, KKIR telah menetapkan Prabowo sebagai bakal calon presiden dalam kontestasi Pilpres 2024.

Bergabungnya Golkar dan PAN terjadi tepat setahun KKIR dideklarasikan oleh Gerindra dan PKB.

Namun bagi Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, bergabungnya dua partai tersebut menjadi sebuah ancaman.

Ambisi Muhaimin menjadi bakal calon presiden semakin menipis. Posisi tawar pria yang akrab dipanggil Cak Imin ini tak sekuat beberapa pekan lalu.

Baca juga: Muhaimin Iskandar: Butuh Rp 40 Miliar, Orang NU Sulit Jadi Anggota DPR dari Dapil DKI Jakarta

Seperti diketahui, Gerindra harus berkoalisi agar bisa mencalonkan Prabowo, yang nota bene Ketua Umum Gerindra, di Pilpres 2024.

Bergabungnya PKB sudah cukup bagi mantan Danjen Kopassus itu untuk mendapat tiket bakal calon presiden.

Cak Imin pun optimistis bakal menjadi bakal calon presiden KKIR versi lama sebelum Golkar dan PAN bergabung.

Tidak aneh PKB berani mengancam Prabowo ketika Menteri Pertahanan itu dekat dengan sosok yang masuk dalam radar bakal calon wakil presiden di antaranya Gibran Rakabuming Raka dan Erick Thohir.

Merespon hal itu, Muhaimin kemudian bermanuver melakukan pertemuan dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.

Saat itu Prabowo sempat keder dan minta Cak Imin jangan "main" terlalu jauh.

Dengan bergabungnya PAN dan Partai Golkar, Cak Imin tidak leluasa lagi menekan Prabowo.

Baca juga: PAN, Gerindra, PKB dan Golkar Resmi Berkoalisi, Sandiaga Uno: Saatnya Berkonsolidasi

Kini, tanpa PKB pun Prabowo bisa mendapat tiket menuju kontestasi Pilpres 2024.

Di sisi lain, Muhaimin Iskandar babak belur digebukin oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan putri Gus Dur Zannuba Ariffah Cafsoh atau dikenal sebagai Yenni Wahid.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved