Rabu, 20 Mei 2026

Kasus Rocky Gerung

Mahfud MD Kaget Aktivis HMI Bakar Bendera PDIP Demi Bela Rocky Gerung, Tradisinya Adu Argumen

Mahfud MD mengaku kaget aktivis HMI bakar bendera PDIP di Menteng, Jakarta Pusat, karena memprotes tindakan kader partai tersebut yang melaporkan RG

Tayang: | Diperbarui:
Dok. Kompas TV
Tiga Solusi Penyelesaian Polemik Al Zaytun dari Menkopolhukam Mahfud MD. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku kaget saat mengetahui aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) membakar bendera PDIP di Menteng, Jakarta Pusat, karena membela Rocky Gerung. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku kaget saat mengetahui aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) membakar bendera PDIP di Menteng, Jakarta Pusat.

Aktivis HMI membakar bendera PDI Perjuangan karena membela Rocky Gerung yang kini sering dikecam oleh politisi partai berlambang banteng moncong putih ini. Kasus Rocky Gerung masih menjadi sorotan publik.

"Berita di bwh ini mengagetkan. Masak, aktivis HMI membela Rocky Gerung (RG) dgn membakar bendera PDIP," kata Mahfud MD di akun Twitternya @mohmahfudmd, seperti dilihat Wartakotalive.com, Selasa (8/8/2023).

Menurut Mahfud MD, tindakan tersebut sangat tidak layak dilakukan aktivis HMI, yang sejak dulu dikenal menyampaikan aspirasinya dengan adu argumen.

"Sy setuju dgn Presidium KAHMI Kalsel Fazlur Rahman bhw tindakan tsb tdk layak. Membela RG blh sj, tp tradisi HMI adl adu argumen, bkn membakar bendera," kata Mahfud MD.

Mahfud MD mengatakan alasan aktivis HMI membakar bendera PDIP karena partai tersebut mengadukan Rocky Gerung ke polisi, adalah keliru.

"Kalau membakar bendera PDIP itu alasannya krn PDIP mengadukan RG ke polisi maka alasan itu jg keliru. Bgmn kalau bendera HMI dibakar hny, misalnya, krn HMI melaporkan org ke polisi? Adalah lbh baik seandainya mau membela RG dgn memberi bantuan hukum atau adu argumen scr terbuka," ujar Mahfud MD.

Berita-berita populer terkait Rocky Gerung bisa dibaca di sini. 

Baca juga: Meski Polisikan Oknum Aktivis HMI, PDIP Ingin Selesaikan Pembakaran Bendera Partai Secara Musyawarah

Sebelumnya Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Jakarta Pusat melaporkan kasus pembakaran bendera partai di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Organisasi sayap PDIP juga melaporkan Rocky ke polisi.

Aktivis media sosial Ade Armando juga mengecam Rocky Gerung, tapi tak setuju bila yang bersangkutan dipenjara.

Aksi pembakaran bendera partai PDIP itu dilakukan oleh aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada Jumat (4/8/2023) lalu.

"Alasan pelaporan kan jelas, bendera partai itu kan yang sangat kami hormati. Ini kan bukan hanya terkhusus bendera PDIP, tapi pada seluruh bendera parpol lain," ujar Juru Bicara BBHAR DPC PDI Perjuangan Jakarta Pusat, Triwiyono Susilo, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2023).

Baca juga: Resmi Polisikan Kader HMI yang Bakar Bendera Partai, PDIP: Kalau Dibiarkan Bisa Muncul Kericuhan

Menurut dia, pelaporan dilakukan karena kader HMI mencederai PDI Perjuangan dengan membakar bendera partai.

"Kalau misal kami melihat di medsos yang beredar itu mereka mengatasnamakan kader HMI, dan tentunya kami sangat menyayangkan ini, kami ketahui HMI adalah kader intelektual, insan akademis, yang seharusnya mengedepankan moral dan etika tidak membakar bendera seperti ini," lanjut dia.

Ia menambahkan, dalam pelaporan itu sudah berkoordinasi dengan pimpinan DPD PDI Perjuangan Jakarta.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved