Rabu, 22 April 2026

Pemilu 2024

Langkah PAN Gaet Artis jadi Caleg Bukti Proses Kaderisasi Mencari Kader Terbaik Gagal

Langkah Partai Amanat Nasional (PAN) menggaet artis Tanah Air adalah strategi lawas sekaligus bukti gagalnya proses kaderisasi mencetak kader terbaik.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
wartakotalive.com, Arie Pujie Waluyo
Jeje Govinda mendaftarkan diri menjadi Bacaleg DPR RI dari PAN, dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat 2. Langkah Partai Amanat Nasional (PAN) menggaet artis Tanah Air merupakan strategi lawas sekaligus bukti gagalnya proses kaderisasi mencetak kader terbaik. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ahmad Fauzi menilai, langkah Partai Amanat Nasional (PAN) menggaet artis Tanah Air merupakan strategi lawas.

Upaya tersebut biasa dilakukan oleh partai politik (parpol) untuk mendompleng suara jelang Pemilu.

“PAN itu kan (diplesetkan) Partai Artis Nasional, sudah strategi lama sebetulnya (gaet artis) tapi seiring dengan waktu model-model seperti itu juga nggak terlalu banyak keampuhannya,” kata pria yang akrab disapa Ray Rangkuti ini pada Senin (7/8/2023).

Ray mengatakan, ada tiga alasan cara tersebut dianggap tidak berpengaruh besar bagi elektoral partai.

Pertama, popularitas artis bisa dengan mudah meredup karena masyarakat sekarang lebih suka dengan suatu yang viral.

Baca juga: Upaya PAN Gaet Artis Tanah Air Disebut Strategi Lawas, Pengamat: Enggak Terlalu Banyak Keampuhannya

Kedua, artis yang terkenal lewat media elektronik dapat mudah dilupakan karena bergesernya penggunaan media sosial.

Saat ini, kata dia, masyarakat lebih cenderung menyaksikan media sosial dibanding media elektronik.

“Media sosial jauh lebih punya banyak pengaruh dibandingkan media elektronik,” imbuhnya.

Ray melanjutkan, untuk yang ketiga adalah masyarakat Indonesia semakin cerdas menentukan pilihannya.

Masyarakat dapat memahami makna dan isu politik dengan baik karena bisa mencarinya begitu mudah lewat media online ataupun elektronik.

Baca juga: Jadi Caleg dari PAN, Jeje "Govinda" Ingin Perjuangkan Hak Cipta yang Adil untuk Musisi di Tanah Air

“Jadi, kalau yang sekarang ini baru saja muncul, yah mau artis kek atau apa kek, yah respon publik kita juga nggak terlalu positif. Apalagi berkaitan dengan generasi Z dan milenial,” ucapnya.

Meski demikian, Ray tak mempersoalkan sikap dan prinsip PAN untuk manggaet artis. Ray berkata, metode tersebut sudah cukup luntur untuk mendompleng suara partai.

“Fenomena artis itu sebagai sesuatu ikonik sebetulnya sudah agak sumir, karena siapa artis ini? Di luar dunia elektronik, sudah bermunculan pesohor-pesohor baru, seperti selebgram, influencer tapi itukan juga nggak lama, tergantung pada keviralan mereka,” jelasnya.

“Tetapi strategi ini tetap dipakai oleh PAN, yah karena mungkin sebelum-sebelumnya lumayan lah, tapi menurut saya sekarang dan masa mendatang tidak terlalu banyak pengaruhnya pada elektoral,” lanjutnya.

Atas fenomena ini, Ray menilai sistem pengkaderan partai dinyatakan gagal.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved