President University Gelar Wisuda Dua Kali, Lulusannya Ditantang jadi Enterpreneur
Presuniv menggelar dua kali wisuda, yakni pada 30 Juli dan pertengahan Desember. Selama tahun 2023, Presuniv akan mewisuda 1.600-an lulusan.
“Selama kuliah di Presuniv, kalian sudah mendapatkan pengetahuan dan peluang luar biasa melalui program magang. Pengalaman ini sangat tentu berharga bagi masa depan kalian,” Prof. Budi Susilo.
“Itu sebabnya kini saya menantang kalian untuk berani memberikan kembali ke masyakat, yakni kalian tidak hanya mencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” sambungnya.
Senada dengan Prof. Budi Susilo, Prof. Kim Ki-chan juga mengajak segenap lulusan untuk berani menjadi pengusaha.
“Entrepreneurship adalah semangat yang memberi harapan bagi dunia, meski dalam kondisi yang paling sulit sekalipun. Seorang entrepreneur selalu melihat peluang dalam kondisi yang sulit. Sementara, orang-orang yang pesimistis selalu melihat kesulitan dalam setiap peluang,” papar Prof. Kim
Prof Kim merupakan Chairman International Council for Small Business (ICSB), organisasi global yang fokus pada peningkatan kapasitas kewirausahaan dengan jaringan yang tersebar di lebih dari 150 negara.
Baca juga: Sesali Aksi Mario Dandy, Shane Lukas Menangis Ingat Mendiang Ibu dan Cita-citanya Masuk Akmil Kandas
Baca juga: Saat Presiden Jokowi Video Call David Ozora, Shane Lukas Justru Menyesal Gagal Masuk Akademi Militer
Menurut Prof. Kim, senjata terbaik dari seorang entrepreneur adalah mimpi.
“Entrepreneur adalah orang yang mempunyai mimpi untuk masa depan. Mimpi yang memberi kalian harapan pada masa depan,” ujarnya.
Merujuk pada pengalamannya bergelut dalam dunia entrepreneurship, ungkap Prof. Kim, akan ada banyak tantangan yang bakal dihadapi oleh para pengusaha.
“Tapi, jangan khawatir sebab ada strateginya dalam menghadapi tantangan tersebut,” katanya. Strateginya, ungkap dia, adalah dengan menciptakan sekutu dan pengikut.
Menurutnya, bisnis adalah tempat di mana banyak orang datang bersama.
Perusahaan-perusahaan besar yang ada sekarang ini, ungkap Prof. Kim, tidak dibangun sendiri, tetapi bersama-sama dengan para sekutu dan pengikut.
Baca juga: VIDEO Warga Selo Boyolali Hadang Mobil Ganjar Demi Berikan Sayur Mayur, Sebulan Lagi Pensiun
Baca juga: Breaking News: Ratusan Relawan Jokowi Geruduk Polda Metro Jaya, Minta Rocky Gerung Segera Ditangkap
Mereka saling berbagi misi untuk sama-sama membesarkan perusahaan.
Lalu, bagaimana caranya kita merekrut sekutu dan pengikut?
“Dengan berbagi mimpi dan empati. Ketika kita berhasil membangun empati mereka, rekan kerja pun akan berubah menjadi sekutu dan pengikut,” kata Prof. Kim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Wisuda-PresUniv-3Ags.jpg)