Berita Jakarta
Normalisasi Kali Pesanggrahan Mangkrak 10 tahun, Heru Budi Hartono Diminta Turun Tangan
Proyek normalisasi Kali Pesanggrahan RW 10, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mangkrak selama 10 tahun.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Proyek normalisasi Kali Pesanggrahan RW 10, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mangkrak.
Proyek tidak dilanjutkan selama 10 tahun pasca era Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), karena lahan milik Yayasan Surya Dharma belum dibebaskan Pemprov DKI Jakarta.
Mangkraknya proyek ini menyisakan ribuan tiang pancang milik kontraktor teronggok di lahan milik yayasan.
Warga setempat mendesak Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk membebaskan lahan tersebut karena rumah mereka kerap diterjang banjir hingga setinggi dada orang dewasa akibat luapan Kali Pesanggrahan.
Salah seorang warga RT 13/10 bernama Jaja (66) mempertanyakan kelanjutan normalisasi, karena terakhir kali proyek dikerjakan sekitar 2013 lalu.
Kata dia, ada sekitar 800 meter ruas Kali Pesanggrahan di wilayah setempat yang belum dibebaskan dan dinormalisasi.
“Kami minta kepada Pemerintah DKI Jakarta untuk segera membebaskan lahan milik yayasan, biar normalisasi kembali dilanjutkan,” ujar Jaja.
Kata dia, tiang pancang itu milik salah satu perseroan negara di bidang konstruksi.
Perusahaan pelat merah itu memenangi tender proyek dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menormalisasi Kali Pesanggrahan.
Namun sepengetahuannya, proyek itu mangkrak karena lahan seluas satu hektar milik Yayasan Surya Dharma belum dibebaskan oleh Pemerintah DKI Jakarta.
Jika lahan dibebaskan, ucap dia, BBWSCC lewat perseroan negara akan kembali melanjutkan proyeknya yang tertunda.
Selain itu, ruas kali yang berada di bawah jembatan Jalan RC Veteran Raya tersebut juga mengalami pendangkalan.
Idealnya kedalaman kali hingga puluhan meter, tapi kedalamannya hanya beberapa meter saja.
"Kali Pesanggrahan yang sudah direvitalisasi, memiliki lebar sekitar 30 meter dan di sampingnya dibangun jalan inspeksi selebar 10 meter. Sedangkan di sini lebar kalinya menyempit, cuma tinggal delapan meter karena penuh lumpur dan tanah yang sudah mengeras,” ucapnya.
Sementara itu penjaga makam dari Yayasan Surya Dharma bernama Nasir (75) mendesak, proyek normalisasi dilanjutkan.
Baca juga: Kenneth Minta Pj Gubernur Heru Budi Prioritaskan Penanganan Banjir di Bantaran Kali Pesanggrahan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Warga-menunjukkan-ribuan-tiang-pancang-sheet-pile-yang-mangkrak-di-pinggir-Kali-Pesanggrahan.jpg)