Sabtu, 25 April 2026

Kesehatan

Kenali Gejala Osteosarcoma dan Ewing Sarcoma, Tumor Ganas pada Tulang yang Menyerang Anak-anak

Dokter spesialis ortopedi, Prof Dr dr Ferdiansyah, SpOT(K) menjelaskan, tumor tulang osteosarcoma dan ewing sarcoma kerap menyerang anak-anak.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Dokter spesialis ortopedi, Prof Dr dr Ferdiansyah, SpOT(K) menjelaskan tentang tumor tulang saat sesi diskusi daring yang diselenggarakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Selasa (4/7/2023). 

Menurutnya, kasus kanker tulang tipe osteosarcoma ini tidak sebanyak kanker payudara atau kanker rahim.

Adapun angka kejadiannya 5-12 persen per 1 juta penduduk dan paling sering menyerang anak-anak. 

"Tumor ini sangat ganas dan melibatkan anak-anak pada dekade satu dan dua artinya pada umur mulai lima tahun sampai masa remaja," ujar pria yang juga Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) itu.

Jika telah menderita osteosarcoma tingkat harapan hidup penderitanya berkisar antara 30 hingga 80 persen. 

“Harapan hidup 80 persen bisa dicapai jika kanker dideteksi lebih awal serta penderita mendapatkan terapi yang komprehensif,” sebut Ferdiansyah.

Kanker tulang kedua yang menyerang anak adalah ewing sarcoma. Kanker tulang tersebut memiliki jumlah kasus terbanyak kedua setelah osteosarcoma

Layaknya osteosarcoma, ewing sarcoma juga sering terjadi pada anak-anak dan remaja usia dekade pertama dan kedua. 

Kanker tulang tipe ewing sarcoma tumbuh dari sel reticuloendothelial yang berada di sumsum tulang.

Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu menjelaskan perawatan utama bagi penderita kanker tulang adalah dengan cara operasi seperti operasi cangkok tulang, implan tumor, dan pembekuan tulang yang diserang tumor untuk mematikan sel kankernya.

Selain operasi, tindakan perawatan pendukung lainnya yang dapat mengendalikan kanker tulang adalah kemoterapi untuk mencegah penyebaran kanker ke organ lain dan metode radiasi.

Ferdiansyah mengimbau untuk segera memeriksakan anak ke dokter jika muncul benjolan dan rasa nyeri yang tidak hilang meski sudah diobati agar kanker tulang dapat terdeteksi lebih awal dan segera dilakukan penanganan medis.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved