Pendidikan
Satu Tahun Program Studi Manajemen Bencana UBL: Diterima Masyarakat dan Pengabdian Sampai ke Cianjur
Program Studi Manajemen Bencana Universitas Budi Luhur diterima masyarakat. Program studi ini satu-satunya di Indonesia.
Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Universitas Budi Luhur (UBL) sangat bangga menyelenggarakan Program Studi Manajemen Bencana, yaitu program studi kebencanaan jenjang S1 pertama dan satu-satunya di Indonesia.
Program Studi yang mendapatkan izin penyelenggaraan dari Kemdikbudristek pada tahun 2022 lalu, didukung pendiriannya oleh Basarnas serta BNPB, serta mendapatkan bimbingan dari Prodi Manajemen Bencana S2 Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk kurikulumnya.
Dalam rangka memperingati dies natalis yang pertama pada 15 Juni 2023, seluruh dosennya serentak melakukan pengabdian masyarakat (abdimas) bagi masyarakat sekitar bahkan hingga ke Cianjur di bulan Juni 2023.
Baca juga: Universitas Budi Luhur Kerja Sama dengan Kabupaten Ngada Bangun Desa Berbasis Digital
Kegiatan pertama adalah literasi mitigasi bencana banjir bagi siswa sekolah dasar dalam bentuk pengenalan kosa kata bahasa Inggris dan Teknologi Informasi dalam pembuatan desain jadwal pelajaran.
Pada kegiatan yang diketuai oleh Dr. Didik Hariyadi Raharjo ini dijelaskan istilah-istilah seperti disaster, flood, hingga penyiapan tas siaga bencana bagi anak-anak.
Tidak hanya itu, dosen lain Fathin Aulia Rahman, M.Sc. juga menyelenggarakan abdimas berupa pembuatan peta partisipatif rawan bencana dalam rangka membentuk kampung tangguh bencana yang menjadikan Kelurahan Petukangan Utara, Pesanggrahan Jakarta Selatan sebagai kelurahan percontohan pertama di DKI Jakarta.
Syopwani selaku Lurah Petukangan sangat bangga wilayahnya dijadikan percontohan dalam pembentukan kelurahan siaga bencana dan berharap kegiatan lain dapat diselenggarakan oleh dosen maupun mahasiswa Prodi Manajemen Bencana UBL.
Dosen Praktisi Prodi Manajemen Bencana yang juga Sekretaris Utama (Sestama) Basarnas, Dr. Abdul Haris Achadi juga tak kalah aksi mengadakan abdimas di Cianjur berupa pelatihan mitigasi bencana dengan berkolaborasi bersama Yayasan Rumah Cakrawala Indonesia dan Yayasan Omah Kolaborasi.
Cianjur menjadi sasaran kegiatan abdimas karena di kota ini dilakukan operasi tanggap bencana perdana bagi mahasiswa Prodi Manajemen Bencana. Pada H+1 peristiwa bencana Cianjur 2022 silam.
Para mahasiswa dari Program Studi kebanggaan Universitas Budi Luhur ini menjadi tim mahasiswa pertama dari luar Cianjur yang tiba di lokasi untuk melakukan kegiatan tanggap bencana.
Baca juga: Rescue Squad Getaspejaten Kudus Dapat Bantuan Peralatan Kebencanaan dari Relawan Ibu-ibu
Kegiatan abdimas sebelumnya juga telah dilakukan oleh Ayu Wahyuningtyas, M.Sc yang menggandeng unit CSR PT Kalbe dalam kegiatan sosialisasi mitigasi bencana banjir di perkotaan serta edukasi pengolahan sampah plastik bagi anak-anak jalanan di Yayasan Kampus Diakoneia Bekasi.
Seluruh kegiatan abdimas ini juga mendapatkan dukungan dari Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) berupa penyerahan donasi buku kebencanaan yang diterima oleh Taqwa Putra Budi, MM selaku dosen Prodi Manajemen Bencana UBL yang nantinya akan menjadikan buku donasi ini sebagai bahan edukasi bagi masyarakat yang lebih luas lagi.
Diterimanya Prodi ini di masyarakat juga terlihat dari meriahnya kehadiran pengunjung di booth Prodi Manajemen Bencana UBL pada ajang Pameran Jakarta Tangguh yang diadakan oleh BPBD Provinsi DKI Jakarta dalam rangka HUT ke-496 Kota Jakarta.
Para anggota Pramuka rintisan SAKA SAR bahkan sangat antusias bertanya tentang prodi paling unik di Indonesia ini.
Seluruh mahasiswa angkatan perdana Prodi Manajemen Bencana hadir dan melakukan berbagai aksi unjuk kemampuan seperti teknik water rescue, edukasi Medical First Responder hingga mitigasi bencana kebakaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pengabdian-Masyarakat-UBL.jpg)