Timnas Indonesia

Striker Timnas U-16 Arkhan Kaka Idolakan Eric Abidal karena Punya Attitude Bagus dan Taat Beribadah

Striker Timnas Indonesia U-16 Arkhan Kaka mengaku sangat senang bisa bertemu dan menerima pelatihan secara langsung dari para legenda.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Tribunnews/Abdul Majid
Legenda pesepak bola asal Prancis, Eric Abidal saat memantau para pemain muda Indonesia dari pinggir lapangan Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (1/6/2023). 

Legenda Italia itu dikabarkan sudah kembali sehingga tidak bisa hadir dalam kegiatan ini.

"Materazzi sudah pulang duluan," ujar salah satu staf PSSI.

Di sisi lain, dalam mini turnamen ini juga tampak dihadiri suporter Timnas Indonesia, La Grande yang  berada di Tribun Barat Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

BERITA VIDEO: Proyek Kali Sodetan Kampung Sumur Mangkrak Viral Dipenuhi Sampah, Akan Dijadwalkan Kerja Bakti

Memupuk Mental

Selain mendatangkan Timnas Argentina untuk melawan Timnas Indonesia pada 19 Juni mendatang, PSSI kembali berusaha meningkatkan prestasi dan kualitas pemain muda Merah Putih.

PSSI mendatangkan lima legenda sepak bola dunia untuk memberikan kepelatihan sehari untuk pemain Timnas Indonesia U-16.

Lima legenda sepak bola dunia itu adalah Roberto Carlos, Marco Materazzi, Eric Abidal, Juan Sebastian Veron, dan Giorgos Karagounis.

Mereka berikan kepelatihan sehari untuk pemain Timnas U-16 di ajang Fourfeo BRImo Future Garuda, pada Kamis (1/6/2023).

Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir mengatakan hal itu dilakukan untuk memupuk mental dan mimpi pemain Indonesia bisa go internasional sejak dini. 

"Kita ingin membangkitkan lagi semangat para atlet muda sepak bola Indonesia. Mereka belajar dari para legenda bahwa tidak ada yang tidak mungkin," kata Erick dikutip dari pssi.org.

Kepada para pemain, Erick mengatakan para legenda sepak bola dunia itu awalnya juga bukan siapa-siapa.

Namun, mereka bisa menjadi legenda karena punya mimpi besar. 

"Mereka fight (berjuang keras) untuk mencapai mimpinya," ucap Erick. 

Erick mencontohkan Marco Materazzi yang mulai bermain sepak bola profesional di usia 22 tahun.

Meski tergolong telat, mantan bek Timnas Italia itu berhasil membawa negaranya menggondol Piala Dunia pada usia 34 tahun.  

Begitu pula dengan Erick Abidal.

Meski divonis menderita penyakit kronis, mantan pemain Timnas Prancis itu tidak menyerah dan bahkan membawa timnya menjadi juara. 

Menurut Erick, Roberto Carlos dan Juan Veron berasal dari desa miskin di negaranya dan berhasil masuk ke klub besar dunia seperti Real Madrid dan Manchester United.

Berkaca dari pengalaman itu, Erick memotivasi pemain muda bahwa tidak ada yang tidak mungkin diraih. 

"Indonesia selalu dibilang dengan negara sebesar ini underdog (tidak diunggulkan). Inilah mentalitas yang kita harus bongkar di bangsa ini, terutama kalian Timnas U-16 dan Timnas U-17 ke depan. Kalau kita punya mimpi, kita kerja keras, bisa," jelas Erick.

Erick juga menyinggung bagaimana Yunani mengalahkan Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo pada Piala Eropa 2004. 

"Artinya apa, kalau kalian serius bangun dari sekarang, kalian bisa (mengikuti jejak mereka)," ujar Erick. 

Terlibat melatih Timnas U-16 dan Timnas U-17, setiap legenda sepak bola itu memimpin satu tim.

Ada tim Carlos, tim Materazzi, tim Abidal, tim Veron, dan tim Karagounis. Mereka berkompetisi di Stadion Madya, Jakarta.

Pertandingan ditayangkan secara langsung di channel YouTube KUY Entertainment.

Para pemain yang dilatih berjumlah 50 orang.

Sebelumnya, mereka telah mendapat coaching clinic dan suntikan motivasi dari keempatnya di Stadion BRI BRILiaN, Jakarta, sejak Senin (29/5/2023).

Para pemain muda yang diharapkan menjadi masa depan sepak bola Indonesia itu ditangani oleh empat pelatih nasional, yaitu Ilham Romadhona, Bima Sakti, Firmansyah, dan Indriyanto Nugroho.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved