Kamis, 7 Mei 2026

Pilpres 2024

Jokowi Disebut Sakit Hati dengan PDIP Hingga Pilih Dukung Prabowo Subianto

Presiden Jokowi disebut sakit hati dengan PDIP sehingga memilih mengendorse Bakal Capres Prabowo Subianto.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Desy Selviany
@kemensetneg.ri
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo saat kunjungan ke kalimantan tengah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi disebut sakit hati dengan PDIP sehingga memilih mengendorse Bakal Capres Prabowo Subianto.

Prediksi dukungan Jokowi ke Prabowo itu diutarakan Pengamat politik Bawono Kumoro seperti dikutip Tribunnews.com pada Rabu (31/5/2023).

Beberapa bulan lalu, diketahui Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Bawono menyebut, salah satu sebab sakit hati l itu akibat manuver sejumlah elite dari PDI Perjuangan termasuk Ganjar Pranowo dalam menolak kehadiran Timnas Israel di Indonesia.

Apa yang dilakukan PDIP juga dianggap mencoreng citra baik Presiden di dunia internasional.

"Sikap dari PDI-P dan juga penolakan dua gubernur terhadap kehadiran Israel hingga kemudian berujung pada pembatalan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 oleh FIFA ibarat menusuk Presiden dari belakang,"

"Alih-alih turut mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam sukseskan perhelatan bergengsi itu justru dua gubernur itu justru menunjukkan sikap bertentangan," terang Bawono.

Baca juga: Pengamat Sebut 3 Kesalahan Cara Pikir Jokowi Saat Cawe-cawe di Pilpres 2024

Kata Bawono, hal ini tentunya berdampak positif bagi elektabilitas Prabowo Subianto di Pilpres.

Pasalnya terbukti elektabilitas Prabowo belakangan ini meroket. Pada bulan Mei ini elektabilitas Prabowo Subianto mencapai 35,8 persen.

Apabila dibandingkan survei periode bulan April lalu juga temuan Populi Center elektabilitas dari Prabowo Subianto 30,8 persen.

Menurut Bawono, salah satu pendongkrak elektabilitas Prabowo karena adanya campur tangan Presiden Jokowi.

Namun, dirinya enggan menyebut langkah politik tersebut dengan istilah cawe-cawe.

"Bila Presiden sekadar menunjukkan kecenderungan kepada salah satu bakal capres, tidak bisa dikatakan cawe-cawe dalam pengertian negatif," ujar Bawono.

Bawono lalu menegaskan hal paling penting bagi Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan tidak menggunakan aparat negara yang ia miliki untuk menghambat siapapun maju di kontestasi Pemilu 2024.

(Wartakotalive.com/DES/Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved