Catatan Ilham Bintang
Sejarah Hari Wartawan Nasional Malaysia dan Jamuan Sultan Perak Diiringi Band Batak
Peringatan Hari Wartawan Nasional (Hawana) Malaysia berlangsung di Istana Raja Perak Darul Ridzuan, Perak, Malaysia, dihadiri wartawan Indonesia.
Ia bersama rombongan wartawan Malaysia tiap tahun menghadiri HPN satu dasawarsa terakhir di berbagai kota di Indonesia.
"Rangkaian acara Hawana sekarang pun diilhami kegiatan HPN. Tinggal satu yang belum terealisai. Yaitu pembentukan Persatuan Wartawan Malaysia, seperti PWI di Indonesia," ungkapnya.
Dalam tulisan, "Sempena Hari Wartawan Nasional 2023: Ke Mana Arah Wartawan Malaysia?" Zakaria menulis setelah PWM disetujui pemerintah, kini tinggal memilih pengurusnya.
"Ini tidak mudah, karena wartawan di Malaysia sudah memiliki masing - masing organisasi menurut minat dan perhatiannya. Tapi kami optimis pengurus PWM segera terbentuk," harapnya.
Dibandingkan dua kali sebelumnya, Hawana tahun ini istimewa. Tamu undangan dijamu langsung oleh Raja Perak Sultan Nazrin Shah di Istananya seluas dua hektar yang dibangun tahun 1933. Istana itu merupakan Istana resmi Raja-Raja Memerintah negeri Perak Darul sejak tahun 1933.
Terletak di Bukit Chandan,Kuala Kangsar, Istana Iskandariah menjadi mercu tanda bagi sistem Raja Berperlembagaan dan Kesultanan Negeri Perak.
Ariyati dan Widuri
Jamuan malam Sultan diiringi lagu - lagu Indonesia, selama acara berlangsung. Lagu "Aryati" atau "Widuri" yang dinyanyikan amat merdu membuat kami serasa di Tanah Air.
Lagu-lagu itu dibawakan oleh grup musik "Begema 5 Batak Band". Lima awaknya : Anggie, Yoyok Adiwaluya, Hilman Siregar, Darwin Nababan, Winter Siregar.
Grup itu merupakan Home Band Hotel Concorde, Kuala Lumpur. Mereka mendapat pesanan langsung menyanyikan lagu - lagu Indonesia dari Sultan Perak. Termasuk pilihan judul lagu-lagunya.
Acara pun ditutup dengan lagu "Gelang Sipaku Gelang", yang sekaligus mengiringi Raja meninggalkan acara jamuan yang menghidangkan banyak menu Indonesia.
Raja Perak Nazrin Muizzuddin Shah kelahiran 27 November 1956. Ia memegang tahta Sultan Perak pada 29 Mei 2014 setelah sang ayah, Sultan Azlan Muhibbudin Shah ibni Almarhum Sultan Yusuff Izzudin Shah Ghafarullahu-lahu wafat.
Berpostur tinggi besar dengan kulit putih bersih, Sultan bagai bintang bersinar malam itu. Ia dikelilingi 300 wartawan undangan jamuan di akhir acara.
Sekitar setengah jam dia sediakan waktu untuk berfoto dengan tamu, foto bersama maupun foto- foto selfie.Asal tahu saja, sesi foto itu diinisiasi oleh delegasi Indonesia.
Presiden Iswami Indonesia, Asro Kamal Rokan yang membisiki Sultan dan Sultan pun merespons ramah. Bahkan ikut memenuhi anjuran siapa saja berfoto dengan gaya yang dimaui. Semoga Sultan senantiasa diberkahi kesehatan.
Catatan Redaksi: Tulisan Ilham Bintang, wartawan senior, dikirim untuk Wartakotalive.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Peringatan-Hari-Wartawan-Nasional-Hawana-Malaysia.jpg)