Arak-arakan Timnas Indonesia Dikritik Atlet, Keterlibatan Kemenpora Ikut Disorot
Kemenpora disebut tak perlu menggelar kirab juara karena secara prestasi kontingen Indonesia hanya bertengger di urutan ketiga peraih medali terbanyak
Pengamat olahraga Fritz Simanjuntak menilai arak-arakan yang dibuat PSSI tak menyalahi aturan.
"Kalau sepak bola melakukan itu (arak-arakan) ya boleh-boleh saja mereka senang, sudah 32 tahun (tidak meraih emas SEA Games)," kata Fritz di Jakarta, Sabtu (20/5/2023).
Fritz menyebut parade kemenangan mestinya dilakukan federasi cabang olahraga (cabor) lainnya sebagai bentuk apresiasi terhadap para atlet yang mengharumkan nama bangsa di ajang pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara.
"Dalam olahraga itu sudah jelas, juara atau tidak, menang atau kalah. Jadi kalau PSSI mau merayakan silakan, pun federasi cabang olahraga lain yang juara seperti pencak silat atau bulu tangkis ingin merayakan juga silakan," ujar Fritz.
Fritz justru mempertanyakan keterlibatan Kemenpora selaku koordinator.
Ia menilai Kemenpora tidak pantas menggelar perayaan lantaran posisi Indonesia hanya menempati peringkat ketiga di bawah Thailanda dan Vietnam.
"Kalau sepak bola, bulu tangkis, dan cabang olahraga lain yang juara ingin merayakan silakan, tapi ketika Kemenpora mengkoordinir arak-arakan, itu apa yang mau dirayakan, emang kita juara umum, kita hanya peringkat tiga, saya justru prihatin," ucap Fritz.
Baru pertama
Sementara Siman menyebut ini merupakan arak-arakan pertamanya selama tujuh kali tampil di SEA Games.
"Asian Games juga kayaknya tidak ada. Kalau Olimpiade iya karena itu kan memang kejuaraan paling tinggi di olahraga. Kemarin baru pertama jadi mungkin masih ada kelemahannya. Namun, untuk selanjutmya saya berharap lebih disetarakan lagi. Misalnya, mobil sama semua. Kami kan berjuang bersama, jangan terlalu dispesialkan ke salah satu cabor saja," ujar Siman dikutip dari kompas.com.
Secra khusus, Siman pecinta sepak bola dan PSSI dilanda euforia karena ini medali emas pertama dala 32 tahun terakhir.
"Tapi kan cabor-cabor yang lain ada yang juara umum. Itu justru lebih diapresiasi. Itu menghasilkan emas lebih banyak," ujar perenang berusia 28 tahun yang tak mengikuti kirab juara hingga selesai.
Di tengah perjalanan menuju Bundaran Hotel Indonesia, Siman turun dari mobil dan memutuskan pulang. Menurutnya jadwal "kirab juara" SEA Games 2023 baru didapat, Kamis (18/5/2023) sore.
"Kami sudah hadir dan sudah lumayan lama (menunggu di Kemenpora). Akhirnya pembukaan, terus MC (master of ceremony/pemandu acara) bilang kami menunggu salah satu cabor. Di situ kami merasa tidak dihargai. Kami kan datang awal sesuai waktu, disuruh menunggu, kami sama-sama berjuang kok," ujarnya.
Sedangkan Menpora Dito meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman saat acara prosesi "Kirab Juara".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Timnas-Indonesia-U-22-telah-melakukan-arak-arakan-di-Jakarta.jpg)