Formula E
Pengamat: Ancol Manfaatkan Jakpro Dalam Perhelatan Formula E untuk Cari Keuntungan
Jakpro bersama Ancol mencari keuntungan dengan menggelar Fomula E pada Juni 2023 mendatang.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama pihak Ancol mencari keuntungan dengan menggelar Fomula E pada Juni 2023 mendatang.
Ancol menyewakan venue atau tempat ke PT Jakpro untuk menggelar ajang balapan mobil kursi tunggal di sama.
Tentunya dengan balapan itu penjualan tiket masuk gerbang Ancol akan menambah pendapatan.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menerangkan, PT Jakpro menggelar Formula E maka secara otomatis Ancol kecipratan keuntungan.
"Ancol kan selama ini sudah mulai sepi sejak PIK 2 itu dibuka," katanya kepada Wartakotalive.com Kamis (18/5/2023).
Baca juga: Komisi B DPRD Heran Jakpro Jual Tiket Formula E 2023 Lebih Mahal Dibanding Tahun Lalu
Menurutnya, harga tiket masuk di gerbang Ancol mencapai Rp 25 ribu untuk sepeda motor dan Rp 50 ribu lebih untuk mobil dinilai jadi penyebab masyarakat malas datang ke sana.
Trubus pun menganggap, Ancol memanfaatkan PT Jakpro untuk mencari keuntungan lebih dari balapan.
"Ini kan upaya juga biar kelihatan Ancol tetap bertahan operasionalnya," ungkapnya.
Sebelumnya, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) melakukan giveaway tiket balapan Formula E melalui akun sosial medianya sejak beberapa hari terakhir.
Hal ini pun menjadi pertanyaan publik bahwa PT Jakpro tidak bisa menjual hingga habis puluhan ribu tiket Formula E.
Selain itu, pemberian tiket secara cuma-cuma juga agar kursi penonton ramai.
Baca juga: Pengamat Sebut Tiket Formula E Mahal, Farhan: Tahun Lalu Ikut Menikmati Perhelatan Juga
Pengamat Kebijakan Publik Universiras Trisakti Trubus Rahardiansyah pun tertawa mendengar PT Jakpro membagikan tiket Formula E secara gratis.
"Ha ha ha, kelihatannya seperti itu mas karena tiketnya tidak laku bisa saja nanti ada diskon dan digratiskan untuk ASN DKI supaya habis tiketnya," tuturnya Rabu (17/5/2023).
Menurutnya, Formula E merupakan barang baru di Indonesia dan belum banyak warga yang mengetahui dan berminat.
Sehingga dengan promosi di sosial media secara masif oleh PT Jakpro membuat masyarakat jadi tahu dan paham.
"Kemudian memang, karena sifatnya baru butuh proses panjang," tegasnya.
Komisi B DPRD Heran Jakpro Jual Tiket Formula E 2023 Lebih Mahal Dibanding Tahun Lalu
Komisi B DPRD DKI Jakarta heran dengan harga tiket Formula E yang dipatok PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
Soalnya harga tiket nonton turnamen yang digelar pada 3-4 Juni 2023 mendatang itu dibanderol hingga Rp 750.000 sampai Rp 12 juta.
Harga tiket berbeda dibanding tahun 2022 lalu, dijual dari Rp 250.000 sampai Rp 10 juta.
“Saya tidak mengerti dasar perhitungan tiket ini, dulu seingatku jauh lebih rendah dan tidak laku,” ujar anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak pada Selasa (16/5/2023).
Gilbert juga mempertanyakan soal langkah Jakpro memasarkan harga tiket yang dinilai cukup mahal.
Baca juga: Tiket Formula E tidak Laku, KNPI Khawatir PT Jakpro Panggil Penonton Bayaran dan Buzzer
Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menyebut, PT Jakpro harus melakukan perhitungan dengan saksama.
“Saya kira mungkin saja akan disubsidi oleh panitia seperti dahulu,” imbuhnya.
Menurut dia, Jakpro tidak pernah mendiskusikan harga tiket nonton itu kepada Komisi B. Bahkan perseroan terkesan tertutup, terutama terkait ajang balap Formula E.
“Saya tidak mengerti (harga tiket mahal) karena mereka tertutup. Saya tidak mengerti apa yang bikin mahal dan kenapa saat modal besar, malah harga tiket (lebih mahal) dibanding tahun lalu, saya merasa aneh apa komponen yang bikin mahal sekarang,” jelasnya.
Gilbert memprediksi, Komisi B tidak akan memanggil Jakpro dalam waktu dekat ini untuk membahas harga tiket. Selain harga tiket sudah dijual ke publik, turnamen juga akan digelar bulan depan.
“Saya kira mereka akan membeli dan membagikan tiket-tiket ini kalau sampai hari H (pelaksanaan) tidak laku. Formula E kurang menarik perhatian masyarakat, apalagi sejak awal perencanaan dan pelaksanaannya kurang menarik simpati masyarakat,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta dipastikan tidak mengucurkan duit untuk Formula E pada 3-4 Juni 2023 mendatang.
Pemerintah hanya mendukung perseroan, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) secara moril dalam pelaksanaan turnamen bergengsi tersebut.
“Ajang Jakarta E-Prix 2023 telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemprov DKI Jakarta. Namun demikian, perlombaan balap mobil listrik ini sama sekali tidak menggunakan APBD DKI Jakarta,” kata VP Corporate Secretary PT Jakpro Syachrial Syarif pada Selasa (16/5/2023).
Baca juga: Ketua Fans Formula E Indonesia Yakin Penonton akan Lebih Ramai Dibanding Era Anies Baswedan
Syachrial mengaku, Jakpro mendapat dukungan berbagai pihak terhadap ajang tersebut, dan sejak awal dukungan itu berupa kerja sama bussines to bussines (B2B). Oleh karena itu, penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2023 dapat dipastikan tidak menggunakan APBD DKI Jakarta.
“Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap memberikan dukungannya secara moral, karena ini merupakan ajang internasional. Perhelatan yang membawa nama Jakarta dan Indonesia, di mana kesuksesan event ini adalah kesuksesan Jakarta untuk Indonesia,” jelasnya. (faf)
Penulis: Wartakotalive.com/Miftahul Munir/Fitriyandi Al Fajri
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News
Jelang Balap Mobil Formula E, Panitia Jual Tiket hingga Rp 10 Juta, Pramono Yakin Dongkrak Ekonomi |
![]() |
---|
Bamsoet Apresiasi Pramono Dukung Ajang Balap Mobil Listrik Formula E-Jakarta 2025 |
![]() |
---|
Jakarta Kembali Gelar Balap Mobil Formula E, Pramono Anung Minta Nilai Kontrak Diturunkan |
![]() |
---|
Pramono Anung Minta Jakpro Turunkan Harga Kontrak Formula E |
![]() |
---|
Jakarta Dicoret dari Kalender Formula E 2024, Ketua DPRD DKI: Pemilu Lebih Penting |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.