Rabu, 8 April 2026

Berita Jakarta

PMKRI Bersihkan Limbah dan Sampah di Kali Ciliwung

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) melaksanakan aksi bersih-bersih kali Ciliwung Lama dalam rangka dies natalis ke-76. 

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Budi Sam Law Malau
Wartakotalive.com/ Nuri Yatul Hikmah
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) melaksanakan aksi bersih-bersih kali Ciliwung Lama dalam rangka dies natalis ke-76. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Bantaran kali Ciliwung Lama yang berlokasi di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, rupanya masih menimbun ribuan sampah dan tercemar limbah. 

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, Selasa (16/5/2023), kali yang berada di dekat pemukiman warga itu berwarna hijau kecokelatan, terutama pada bagian pesisirnya. 

Ratusan bahkan ribuan sampah pun nampak masih mengenangi kawasan tersebut.

Kebanyakan sampah-sampah itu berbahan plastik dan merupakan limbah rumah tangga yang sukar terurai.

Meskipun setiap hari dibersihkan, namun jika area itu dikeruk menggunakan jaring ataupun tangan kosong, masih banyak sampah-sampah yang tertimbun.

Baik yang mengendap di dalam air, di daratan, maupun di pintu-pintu air. 

Baca juga: 11 Warga Bantaran Kali Ciliwung Dibantu untuk Pembuatan Sertifikat Tanah

Menengok hal tersebut, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam pengurus pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) melaksanakan aksi bersih-bersih kali Ciliwung Lama dalam rangka dies natalis ke-76. 

Mereka menyusuri sampah-sampah di sepanjang bantaran kali tersebut mulai pukul 08.00 WIB hingga 09.21 WIB.

Tak hanya sampah di bantaran kali, mahasiswa PMKRI itu juga berjibaku mencabut rumput-rumput liar di pinggiran kali yang sudah menjulang tinggi.

Baca juga: Belum Dapat Kompensasi Lahan dari Pemprov DKI, Neneng Bertahan Tinggal di Bantaran Kali Ciliwung

Hasilnya, mereka berhasil mengeruk sampah-sampah hingga dua box kontainer lebih.

Ketua panitia dies natalis PMKRI, Balduinus Ventura mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memenuhi tiga tujuan utama.

Yakni, sebagai sarana edukasi, sosialisasi, serta warning (peringatan) kepada pemerintah agar bisa memantau dan mengawasi warga yang tinggal di sekitaran kali tersebut.

Baca juga: Pasang Turap di Bantaran Kali Ciliwung, Rendi Terseret Arus 8,5 Km dan Ditemukan Tewas

"Pertama, mengedukasi kader PMKRI seluruh Indonesia. Kedua, untuk edukasi kepada publik untuk menjaga sungai, karena sungai bagian dari alam dan kita hidup menyatu dengan alam. Sudah saatnya menjaga alam, hidup lebih baik, tidak mencemarkan sungai, bagaimana meminimalisir polisi udara, itu perlu edukasi," ujar Ven saat ditemui Wartakotalive.com di lokasi, Selasa.

"Ketiga, warning kepada pemerintah. Karena selain kita sebagai organisasi mahasiswa, perlunya ada edukasi dan sosialisasi dari pemerintah terkait warga yang khusunya hidup berdampingan dengan sungai. Semoga pemerintah bisa selalu memonitoring, memantau, dan mengawasi agar lebih disiplin (membuang sampah)," lanjutnya.

Ven menambahkan, banyaknya sampah di tempat ini menjadi alasan mengapa pihaknya turun aksi di sekitar wilayah tersebut.

Baca juga: Nova Paloh Berang, Cecar Kadis SDA soal Mangkraknya Sodetan Kali Ciliwung ke KBT

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved