Berita Video
VIDEO Terupdate Kronologi Rinci Kasus Tewasnya AKBP Buddy Tertabrak Kereta
Berdasarkan rekaman CCTV, korban nampak melintas terlebih dahulu ke arah Matraman, namun seketika berbalik arah menuju ke Jatinegara.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Fredderix Luttex
WARTAKOTALIVE.COM, MATRAMAN - Perkara tewasnya Kasat Res Narkoba Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Buddy Alfrits Towoliu, pihak Kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan atau penyelidikan lebih lanjut.
Namun, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Leonardus Harapantua Simarmata mengatakan, kini pihaknya sudah mendapatkan kronologi secara detail terkait perkara tersebut.
Dijelaskan Leonardus berdasarkan keterangan saksi atas nama Jhonaedi Towoliu selaku sepupu korban, Buddy berangkat kerja ke Polres Metro Jakarta Timur dengan Jhonaedi dari huniannya, dan tiba sekira pukul 05.45 WIB.
Mereka diketahui berangkat menuju Polres Metro Jakarta Timur menggunakan kendaraan roda empat atau mobil yang disiapkan istri Buddy.
"Korban dan saksi langsung masuk ke ruangan Kasat Res Narkoba, korban langsung sarapan pagi yang sudah disiapkan sang istri, selanjutnya minum obat dari dokter, karena korban pasca operasi batu empedu," kata Leonardus saat Press Conference di Mapolres Metro Jakarta Timur, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Senin (1/5/2023).
Lanjutnya, korban diketahui sempat berganti pakaian baju kemeja berwarna putih, dan bergegas beristirahat tidur di ruangannya.
Rupanya, korban tidak kunjung tidur, justru membuka baju, dan menggantikan serupa kaos ditambah dengan mengenakan jaket hitam.
"Sekira pukul 09.11 WIB, korban seorang diri turun menggunakan lift dari lantai empat menuju pintu keluar Polres Metro Jakarta Timur berjalan kaki hingga menyebrang jalan raya depan Polres," imbuhnya.
Baca juga: VIDEO Ganjar Pranowo Bicara Tentang Buruh dan Polemik Omnibus Law
Berdasarkan rekaman CCTV, korban nampak melintas terlebih dahulu ke arah Matraman, namun seketika berbalik arah menuju ke Jatinegara.
Memasuki pukul 09.21 WIB, korban nampak melintas di kawasan stasiun Jatinegara, dan hal ini juga terekam kamera CCTV di sekitar lokasi.
Usai itu, berdasarkan keterangan saksi seorang masinis dan asisten masinis Kereta Api Tegal Bahari jurusan Pasar Senen - Tegal, kereta melintas memasuki stasiun dengan kecepatan 27 Km/jam, dan jarak 300 meter.
"Saksi melihat korban sendirian berdiri di bagian dalam pembatas area rel dengan Jalan Raya Bekasi Timur, lalu seketika berjalan ke rel jalur tiga atau tempat TKP, dan selanjutnya tertabrak kereta hingga meninggal dunia sekira pukul 09.31 WIB," tutur Leonardus.
Baca juga: VIDEO Konfederasi Buruh Akan All Out Dukung Ganjar Pranowo Capres 2024
Sebelumnya, pihak keluarga korban berbeda pendapat dengan penjelasan dari pihak Kepolisian.
Cyprus A selaku paman korban mengatakan, terdapat hal janggal yang perlu diselidiki lebih lanjut terkait kasus tersebut.
Terkait kronologi yang didapat keluarga sebelum ditemukan tewas, Buddy sempat menerima telfon dari seseorang, dan diduga menjadi titik kecurigaan pihak keluarga.