Polisi Tewas
Selidiki Penyebab Tewasnya AKBP Buddy Alfrits Towoliu, Kompolnas Minta Polisi Profesional
Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti meminta kepolisian bersikap profesional dalam proses penyelidikan penyebab tewasnya AKBP Buddy Alfrits Towoliu.
"Kami melihat bahwa polisi juga manusia biasa yang mempunyai beragam masalah dalam kehidupannya.
Oleh karena itu sangat penting bagi pimpinan untuk memperhatikan tidak hanya fisik atau jasmani anggota, melainkan juga perlu merawat mental atau psikis anggota," ujar Poengky.
Baca juga: Kasat Narkoba AKBP Buddy Alfrits Tewas di Rel KA Dengan Pakaian Dinas, Keluarga: Ada Mafia Narkotika
Menurut Poengky, kesehatan mental prajurit menjadi hal yang harus diperhatikan. Terlebih selama bekerja, para polisi ini berada dalam tekanan yang cukup tinggi.
"Apalagi bagi mereka yang dalam melakukan tugasnya harus menghadapi tekanan tinggi, misalnya harus menghadapi para pelaku kejahatan.
Penting sekali pemeriksaan rutin fisik dan psikologi, serta menyediakan tempat konseling bagi anggota," tuturnya.
Dia berharap level konseling untuk para personel polri diberikan sampai ke tingkat polres.
"Setahu saya Psikolog masih belum ada di level polres. Mengingat beban kerja dan tingkat stress anggota tinggi, sebaiknya pimpinan polri dapat menyediakan psikolog untuk konseling di tiap Polres," ujarnya.
Baca juga: AKBP Buddy Ddiduga Akhiri Hidup di Perlintasan Kereta Pernah Dapat Penghargaan dari Fery Sambo
Keluarga Curiga Dibunuh Jaringan Narkoba
Sebelumnya, pihak keluarga Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur menduga kematian AKBP Buddy Alfrits Towoliu terkait dengan kasus yang sedang ditangani.
Dugaan ini karena beberapa saat sebelum jasad Buddy ditemukan di perlintasan rel kereta api dekat Stasiun Jatinegara, korban sempat mendapat telepon dari seseorang tidak dikenal.
Panggilan telepon itu diduga membuat Buddy yang sedang berada di Mapolres Metro Jakarta Timur untuk mendekorasi ruang barunya memilih pergi dengan menggunakan taksi online.
Dalam hal ini pihak keluarga menilai sosok yang menghubungi Buddy sebelum kejadian bukan orang sembarang, karena membuat perwira menengah itu memilih pergi tidak dengan mobil pribadi.
Bahkan pada Sabtu (29/4/2023) sekira pukul 09.00 WIB Buddy dan seorang keponakanya sedang berada di Mapolres Metro Jakarta Timur untuk mendekorasi ruang barunya sebagai Kasat Narkoba.
"Apa karena jabatan baru ini mungkin diduga dia mau sidik (penyidikan). Karena Kasat Narkoba, kalau sidik kan berhadapan dengan mafia," kata Paman Buddy, Cyprus, Sabtu (29/4/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/AKBP-Buddy-Sempat-Dapat-Telepon-Misterius-Sebelum-Ditemukan-Tewas.jpg)