Jumat, 10 April 2026

Polisi Tewas

Selidiki Penyebab Tewasnya AKBP Buddy Alfrits Towoliu, Kompolnas Minta Polisi Profesional

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti meminta kepolisian bersikap profesional dalam proses penyelidikan penyebab tewasnya AKBP Buddy Alfrits Towoliu.

Editor: Junianto Hamonangan
Tangkapan video youtube kompas.com, istimewa
Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti meminta kepolisian bersikap profesional dalam proses penyelidikan penyebab Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu ditemukan tewas di rel kereta Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (29/4/2023) kemarin. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti meminta kepolisian bersikap profesional dalam proses penyelidikan penyebab tewasnya Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu. 

Hal itu dilakukan Kompolnas dikarenakan penyebab pasti kematian Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu masih misteri.

Pihak keluarga menolak AKBP Buddy Alfrits Towoliu disebut tewas bunuh diri dan justru menduga kematian korban terkait dengan kasus yang sedang ditangani.

Adapun kepolisian menyebut dugaan sementara AKBP Buddy Alfrits Towoliu tewas karena sengaja mengakhiri hidupnya dengan menabrakan diri ke kereta api yang melintas di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Sementara polisi masih menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan penyebab tewasnya AKBP Buddy yang beru sebulan menjabat Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Timur.

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti turut berkomentar terkait kematian AKBP Buddy.

Baca juga: Sekuriti Komplek Rumah Kenang Kebaikan dan Murah Hatinya AKBP Buddy Alfrits Towoliu saat Lebaran

"Saat ini Polres Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya sedang menyelidiki apakah kematian Kasat Narkoba Polrestro Jakarta Timur akibat bunuh diri atau akibat lainnya.

Mohon ditunggu hasil penyelidikannya," kata Poengky, Minggu (30/4/2023).

Poengky pun menyarankan kepolisian untuk bertindak profesional dalam menangani perkara ini.

Termasuk, jika hasil penyelidikan nanti menyimpulkan jika AKBP Buddy ternyata dibunuh oleh jaringan narkoba seperti kecurigaan pihak keluarga.

"Jika almarhum meninggal karena dibunuh jaringan narkoba seperti yang diduga keluarga almarhum, maka aparat Kepolisian harus segera bergerak melakukan lidik sidik secara profesional berdasarkan scientific crime investigation untuk menemukan pelaku dan memproses hukum pelaku," ujar Poengky.

"Tetapi jika hasil penyelidikan menyatakan almarhum meninggal karena dugaan bunuh diri maka lidik sidik akan dihentikan," sambung dia.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu disebut sempat mendapatkan telepon dari sosok misterius sebelum ditemukan tewas di rel kereta Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (29/4/2023) kemarin.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu disebut sempat mendapatkan telepon dari sosok misterius sebelum ditemukan tewas di rel kereta Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (29/4/2023) kemarin. (Tangkapan video youtube kompas.com, istimewa)

Perhatikan Kesehatan Mental Anggota

Selain soal penyebab kematian, Poengky pun meminta Polri untuk memberikan pendampingan mental kepada para anggotanya untuk mengantisipasi adanya personel yang depresi dan berujung bunuh diri.

Untuk di tahun 2023 saja, ujar Poengky, sudah ada empat kasus polisi diduga bunuh diri yakni di Samosir, Sumatera Utara, Gorontalo, Banten dan terakhir yang dilakukan AKBP Buddy meski dengan motif yang berbeda-beda.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved