Pilpres 2024

Hasil Survei Cawapres, PolMark Unggulkan Cak Imin, Poltracking Malah Erick Thohir

Lembaga survei berlomba menyajikan hasil survei terpercaya soal kandidat cawapres. Sebab data tersebut sangat dibutuhkan oleh kandidat capres.

Editor: Valentino Verry
Istimewa
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tampaknya hampir dipastikan menjadi cawapres Prabowo Subianto. Survei terbaru Polmark menunjukkan Cak Imin menjadi cawapres paling potensial, di bawah Ridwan Kamil. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jika tadinya lembaga survei berlomba menyurvei kandidat capres, kini bandul beralih ke cawapres.

Sebab, peta persaingan ketat kini terjadi pada kandidat cawapres.

Tiga kandidat capres yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan bingung memilih siapa yang terbaik.

Baca juga: Elektabilitas Erick Thohir Sebagai Cawapres 2024 Terus Meningkat dalam Waktu Satu Tahun Terakhir

Mereka pun rajin memantau hasil survei yang dilakukan lembaga survei.

Terbaru, lembaga Survei PolMark Indonesia merilis hasil temuannya cawapres potensial di Pilpres 2024.

Hasilnya, nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sangat potensial dibanding kandidat lainnya.

Berdasarkan survei tersebut, Cak Imin berjejer di urutan kelima sebagai kandidat calon presiden (capres) secara nasional dengan perolehan 4,8 persen di bawah Ridwan Kamil yang mendapatkan 5,2 persen.

Baca juga: Wartawan Sebut Nama Airlangga Hartarto Sebagai Cawapres Prabowo, Cak Imin Terbahak

“Jadi, kalau sebagai Cawapres justru Cak Imin sangat potensial,” ungkap Direktur Survei PolMark Indonesia, Eko Bambang Subiantoro, Jumat (28/4/2023).

Eko menjelaskan, berdasarkan temuannya, nama Cak Imin belakangan ini senyap dan melesat menggungguli kandidat calon wakil presiden lainnya, terutama di Jawa Timur.

Khusus di wilayah Jawa Timur, Cak Imin menempati posisi teratas dengan 11, 5 persen, Kofifah Indar Parawansa 5, 8 persen, Ridwan Kamil 1,9 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 1,8 persen, Puan Maharani 1,5 persen, dan lainnya di bawah 1 persen.

“Nama Cak Imin belakangan ini justru berjejer dengan nama-nama Capres lainnya seperti Prabowo, Anies dan Ganjar. Cak Imin tidak hanya masuk dalam radar survei sebagai Cawapres,” ucap Eko.

Adapun survei PolMark Indonesia ini dilakukan di 77 Dapil sejak 23 Januari sampai 17 Maret 2023, ditambah satu Dapil lagi diadakan lebih awal, yaitu 26 Oktober sampai 3 November 2022, sehingga total keseluruhan agregat data 78 survei Dapil.

Survei dilakukan dengan menggunakan metode wawancara terhadap 62.480 responden yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, dengan margin of eror kurang lebih 0,4 persen.

Erick Thohir menjadi kandidat terkuat sebagai cawapres Ganjar Pranowo, menurut survei Poltracking Indonesia.
Erick Thohir menjadi kandidat terkuat sebagai cawapres Ganjar Pranowo, menurut survei Poltracking Indonesia. (Istimewa)

Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbarunya mengenai elektabilitas sejumlah tokoh dalam pemilu mendatang.

Dalam survei tersebut Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir menjadi cawapres terbaik untuk dipasangkan dengan capres Ganjar Pranowo, dibandingkan dengan kandidat potensial lainnya seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil.

Berdasarkan hasil temuan survei duet Ganjar Pranowo – Erick Thohir memiliki elektabilitas tertinggi jika dibandingkan dengan skema berpasangan dengan kandidat lainnya.

Dari temuan Poltracking, Ganjar Pranowo – Erick Thohir berada di posisi teratas dalam simulasi Pilpres 2024 dengan angka elektabilitas sebesar 30,4 persen.

Jika dipasangkan dengan Ridwan Kamil, terjadi penurunan elektabilitas.

Ganjar Pranowo – Ridwan Kamil terekam memiliki elektabilitas sebesar 30,2 persen.

Angka tersebut menurun sedikit dari skema pasangan Ganjar Pranowo – Erick Thohir.

Penurunan jauh terekam ketika Ganjar Pranowo berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Ganjar Pranowo – Sandiaga Uno terekam hanya memiliki angka elektabilitas sebesar 28,4 persen.

Angka elektabilitas tersebut menurun sebesar 2 persen dari skema pasangan Ganjar Pranowo – Erick Thohir.

“Temuan ini merupakan potret terbaru pergeseran peta elektoral capres, cawapres, dan partai politik dalam temuan survei Februari, Maret, dan April 2023,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda dalam acara rilis temuan survei yang bertajuk Pergeseran Peta Elektoral Capres, Cawapres dan Partai Politik pada Tiga Survei Nasional Terbaru, Jum’at (28/4/2023).

Adapun survei digelar pada Februari, Maret, dan April 2022 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Pengambilan data terbaru pada April dilakukan pada tanggal 9-15 April 2023.

Jumlah sampel dalam tiap survei ini adalah 1220 responden dengan margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved