Selasa, 21 April 2026

Diabetes

Kopi dan Teh Bisa Menurunkan Risiko Kematian Dini bagi Penderita Diabetes Tipe 2

Minum kopi, teh, dan air putih membantu menurunkan risiko kematian dini bagi penderita diabetes tipe 2.

Ada kabar gembira untuk Anda yang sudah "divonis" mengidap diabeters tipe 2.

Melansir CNN, sebuah penelitian menemukan bahwa minum lebih banyak kopi, teh, atau air putih dapat menurunkan risiko kematian dini oleh sebab apa pun sampai sekitar 25 persen.

Namun penelitian itu juga menemukan, minum lebih banyak minuman manis meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 25 persen, dan risiko kematian akibat serangan jantung atau kejadian kardiovaskular lainnya sebesar 29 persen.

Penelitian telah menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian paling umum bagi penderita diabetes tipe 2.

"Minuman tertentu benar-benar lebih bermanfaat daripada yang lain, tergantung kepada jenis minuman yang Anda bandingkan," kata penulis penelitian itu, Qi Sun, seorang profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard TH Chan, Sekolah Kesehatan Masyarakat di Boston.

“Berdasarkan penelitian kami, peringkat (manfaat) kopi hitam, teh tanpa pemanis, dan air putih lebih tinggi daripada susu rendah lemak, jus buah, atau minuman dengan pemanis buatan,” kata Qi.

Minuman yang dimaniskan dengan gula seperti cola, jus buah yang tinggi gula, dan susu penuh lemak yang tinggi lemak jenuh diketahui sebagai faktor risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular dini.

Studi yang diterbitkan di jurnal BMJ pada Rabu (19/4) ini menganalisis data diet hampir 15.500 orang dewasa dengan diagnosis diabetes tipe 2, yang merupakan bagian dari Studi Kesehatan Perawat dan Studi Lanjutan Profesional Kesehatan di Amerika Serikat.

Hampir 75 persen responden dalam penelitian ini adalah perempuan dengan usia rata-rata 61 tahun.

Setiap dua sampai empat tahun selama sekitar 18 tahun, para responden ini dihubungi para peneliti dan ditanya tentang konsumsi mereka 8 jenis minuman, yakni minuman dengan pemanis buatan, kopi, jus buah, susu rendah lemak dan murni, air putih, teh, dan minuman manis.

Contoh minuman yang dimaniskan dengan gula termasuk soda berkafein, soda bebas kafein, minuman buah, limun, dan minuman buah lainnya.
Lebih dari satu porsi minuman seperti itu sehari dianggap sebagai penggunaan tingkat tinggi. Sedang konsumsi tingkat rendah adalah kurang dari satu minuman manis sebulan.

Studi tersebut mendefinisikan konsumsi tingkat tinggi untuk kopi (berkafein dan tanpa kafein) adalah empat cangkir sehari, teh dua cangkir sehari, air sebanyak lima gelas sehari, dan susu rendah lemak sebanyak dua gelas sehari.

Jumlah yang rendah untuk setiap minuman itu adalah kurang dari satu cangkir atau gelas dalam sebulan.

Analisis menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi banyak minuman manis memiliki risiko kematian 20 persen lebih tinggi oleh sebab apa pun, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi tingkat rendah.

Penelitian itu juga menemukan kasus meninggal dengan penyebab terkait kardiovaskular, seperti serangan jantung, meningkat sebesar 29 persen bagi orang yang banyak mengonsumsi minuman manis.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved