Minggu, 3 Mei 2026

Viral di Media Sosial

Kasus Dokter Muda Tantang Pasutri yang Viral, Berakhir Damai

Kasus cekcok antara dokter muda atau mahasiswa koas Rumah Sakit Pirngadi Medan, Vinny Fladiniyah dan pengunjung rumah sakit Maya Sylvia, damai

Tayang:
Kompas.com/ Dok Polsek Medan Timur
Dokter muda yang viral saat cekcok dengan pasutri di RS Pirngadi Medan, akhirnya berakhir damai. 

Dokter Muda Dibela Jukir

Setelah video tersebut viral, juru parkir di RSUD Pirngadi Medan, Fandi mengungkapkan fakta yang sebenarnya terjadi.

Ia mengatakan peristiwa dokter muda cekcok dengan pasangan suami istri tersebut terjadi pada Senin (10/4/2023).

Dilansir dari Tribun Medan, Fandi memastikan bahwa cekcok antara Maya dan Vinny berawal dari permalasahan parkir.

Menurut Fandi, yang memancing pertikaian dan bersalah justru adalah Maya, wanita yang merekam video.

Berbeda dengan cerita Maya, Fandi justu menyebut Maya dan suaminya membunyikan klakson berkali-kali ke dokter muda sehingga memancing emosi Vinny.

Dengan membunyikan klakson terus menerus, sementara Vinny sedang berupaya parkir, kata Fandi, membuat sang dokter muda emosi.

Baca juga: Dokter Muda India Bunuh Diri Karena Frustasi Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Bertambah

Sebelumnya Maya mengaku hanya satu kali mengklakson dokter muda tersebut. Namun kesaksian Fandi, justru berbeda.

"Jadi kemarin itu anak koas mau memarkirkan mobilnya, dan posisinya berada di depan mobil yang memvideokan itu. Pemilik mobil itu sepertinya enggak sabar. Soalnya asik klakson mobil si anak koas ini terus-terusan dan berkali-kali," kata Fandi.

Karenanya, menurut Fandi, sangat wajar jika dokter muda tersebut kesal hingga mengamuk ke Maya dan suami.

"Ya, siapa yang enggak kesal, seharusnya yang di belakang itu sabar. Bukan malah mengklakson, apalagi klakson terus menerus" ucapnya.

Menurut Fandi setelah cekcok, dokter wanita muda itu langsung masuk ke RSUD Pirngadi Medan.

"Sebentar cuma, cekcok aja. Kami lerai, akhirnya anak koas itu pun masuk ke Pirngadi, soalnya mau belajar dia. Pemilik mobil pun langsung pergi saja," jelasnya.

Berdasarkan penelusuran Tribun Medan gadis berkacamata yang viral itu adalah mahasiswi Fakultas Farmasi dan Kedokteran Unjani yang masuk di tahun akademik 2014/2015.

Vinny memiliki akun media sosial Twitter bernama @VinnyPuluhulawa.

Sehingga diketahui, Vinny, panggilan karib sang dokter muda adalah gadis yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara.

Selepas kuliah, Vinny tampak tak lagi aktif di akun Twitter-nya.

Baca juga: Frustasi Satu Bulan Rawat Pasien Covid-19 di ICU, Dokter Muda di India Ini Bunuh Diri

Terakhir Vinny mencuitkan sebuah unggahan di Twitter adalah pada 2014.

Hingga artikel ini ditayangkan, belum ada klarifikasi dari Vinny terkait video viral yang direkam Maya Sylvia tersebut.

Sementara itu, Humas RSUD Pirngadi, Edison Perangin-angin mengatakan, keributan dalam video viral antara mahasiswa koas dan pasutri karena dipicu masalah parkir.

"Begini, itu kan kejadian di areal Pirngadi. Tadi sudah kita langsung panggil koas-nya, mendengar keterangan kenapa kejadiannya begitu. Pertama menurut pengakuannya, dia klakson bolak balik enggak sabar, sempat dia keluar," ujar Edison kepada Kompas.com melalui saluran telepon Selasa (11/4/2023).

Kemudian terjadi perdebatan hingga akhirnya viral di media sosial. "Kata koas itu sebenarnya ibu itu juga kasar, bicara cuma enggak ada yang merekam. 'Waktu itu aku (bicara) kasar direkamnya'," ujar Edison menirukan ucapan mahasiswa koas tersebut.

Menurut Edison, mahasiswa tersebut sudah enam bulan menjalani praktik koas di RSUD Pirngadi.

Ia mengakui seharusnya sebagai calon dokter, koas tersebut bisa lebih sabar lagi.

Terkait persoalan ini, RSUD Pirngadi akan menjatuhkan sanksi etik kepada yang bersangkutan.

Bentuk sanksinya masih akan dirapatkan dengan petinggi rumah sakit ataupun institusi tempatnya belajar.

"Sanksi ini paling kami bahas kemungkinan etikalah karena apa dia pakai seragam kenapa membuat perilaku seperti itu? Kenapa nggak menahan diri, tapi itu pun nanti agar dipikirkan SDM kita (sanksinya). Persoalan ini sudah Wadir RS Pirngadi yang menaganinya. Begitu pun kita tunggu hasil dari sana," ujarnya.

Edison juga menegaskan bahwa peristiwa ini tidak berkaitan dengan fungsi pelayanan di RSUD Pirngadi, seperti yang banyak beredar di media sosial.

"Tapi itulah tadi bahasanya, harus sabar. Parkir itu kepentingan umum. Maksudnya terlepas dari koas harus parkir itu bersabar karena itu bukan milik pribadi itu kepentingan umum," kata Edison.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Keributan Dokter Muda dan Pengunjung RS Pirngadi Berakhir Damai "

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google NEWS

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved