Pasar Kripto Diyakini Tumbuh Pascakrisis Silvergate, Investor Diminta Riset dan Berhati-hati
Pasar kripto diyakini bisa kembali menghijau karena dampak bangkrutnya Silvergate Bank yang membuat masyarakat menjadi lebih mempercayai pasar kripto.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menyusul kolapsnya Silicon Valley Bank dan Silvergate Capital, Signature Bank, bank terbesar di industri kripto, bagaimana dampaknya terhadap pasar kripto secara global?
Silvergate Capital, salah satu bank terbesar dalam industri kripto mengumumkan dalam proses menghentikan operasi dan melikuidasi bank mereka. Saham perusahaan tersebut turun lebih dari 36 persen pada pasca perdagangan bursa.
Tidak hanya itu, Silicon Valley Bank (SVB) yang memiliki banyak startup kripto serta perusahaan modal ventura sebagai nasabah utama, kolaps setelah 48 jam bank itu bangkrut dan mengalami krisis modal.
Presiden Direktur Upbit Indonesia Putra Nugraha menjelaskan pasar kripto bisa kembali menghijau karena dampak bangkrutnya Silvergate Bank yang membuat masyarakat lebih mempercayai pasar kripto.
Baca juga: Gudang Kripto Luncurkan Program Bangon Negrikoe, Ajak Mahasiswa dan Generasi Z Membangun Negeri
“Meskipun industri kripto dibayang-bayangi ketidakpastian imbas kolapsnya bank kripto seperti Silvergate dan Signature Bank, ditambah dengan inflasi dan suku bunga The Fed yang masih tinggi,” ucapnya, berdasar keterangan, Minggu (19/3/2023).
“Namun nyatanya pasar kripto kembali menghijau dikarenakan masyarakat yang mempercayai pasar kripto di tengah situasi krisis SVB seperti saat ini,” ungkap Putra.
Terpantau, harga Ethereum sempat terperosok menjadi US$ 1.384 pada Jumat malam (10/3) dan harga bitcoin anjlok ke level US$ 19.623 per koin pada Sabtu (11/3). Namun Harga kripto Ethereum kini berangsur pulih jadi US$ 1.629, Senin (13/3).
Dilansir dari Upbit, bursa pernukaran aset digital yang diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), harga BTC naik dan diperkirakan mencapai angka 25.000 USD berdasar hasil pengamatan pada Selasa (14/3).
Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen, Ketua Dewan bank sentral AS Federal Reserve Jerome Powell, maupun Ketua Federal Deposit Insurance Corp (FDIC) Martin Gruenberg ada mengumumkan pernyataan bersama.
Baca juga: Jumlahnya Masih 6 persen, Pengguna Aset Kripto Indonesia Diyakini Mampu Bertumbuh Pesat
Pemerintah AS mengumumkan pernyataan bersama bahwa semua deposan Silicon Valley Bank dan Signature Bank akan dapat kembali menarik dana mereka.
Putra menambahkan kenaikan harga yang terjadi pada aset kripto, tentunya perlu disikapi secara bijaksana oleh masyarakat Indonesia yang telah berinvestasi di kripto.
“Agar investor tetap melakukan riset terlebih dahulu sebelum melakukan jual beli agar dapat mengetahui koin dan waktu yang tepat untuk membeli,” ujar Putra.
Menurut Putra, walaupun sejauh ini pasar Indonesia tidak terdampak secara langsung, dihimbau agar pengguna tidak terlalu terburu-buru dalam mengambil langkah.
“Tetap harap diingat bahwa aset digital adalah aset dengan fluktuasi dengan harga yang sangat tinggi,” tutup Putra.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-kripto-upbit-indonesia.jpg)