Kamis, 30 April 2026

Berita Bogor

Kadernya Dikeroyok hingga Berdarah-darah, Petinggi PSI Datangi Polres Bogor Minta Polisi Usut Tuntas

Francine Widjojo mengatakan kejadian begal yang menimpa Kefas Hervin Devananda terjadi pada Sabtu (11/3/2023) dini hari

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Hironimus Rama
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Barat Marshall Chandra (keempat dari kiri), Direktur DPP LBH PSI Francine Widjojo (kelima dari kiri), dan korban begal Kefas Hervin Devananda (kelima dari kanan) berfoto bersama rombongan kader PSI saat mendatangi Polres Bogor di Cibinong pada Selasa (14/3/2023). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) mendatangi Polres Bogor di Cibinong pada Selasa (14/3/2023).

Kunjungan ini bertujuan untuk mengawal laporan polisi atas kasus begal yang menimpa salah satu kadernya yaitu Kefas Hervin Devananda.

Pantauan Wartakotalive.com, pengurus PSI tiba di Polres Bogor sekira pukul 14.00 WIB dan diterima oleh Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohanes Redhoi Sigiro.

Sementara rombongan PSI yang hadir terdiri dari Direktur DPP LBH PSI Francine Widjojo, Ketua DPP PSI Satia Candra Wiguna, Ketua DPD PSI Kota  Bogor Sugeng Teguh Santoso dan Sekretaris DPD PSI Kabupaten Bogor Ismanto Mangku Jaya.

Direktur DPP LBH PSI Francine Widjojo mengatakan kejadian begal yang menimpa Kefas Hervin Devananda terjadi pada Sabtu (11/3/2023) dini hari di Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Baca juga: Kronologi Pengurus PSI Dibegal di Bogor, Dihajar hingga Ditebas Celurit, Sepeda Motor Dirampas

Pengurus PDI Kabupaten Bogor Hervin Devananda menjadi korban pembegalan di kawasan Gunung Putri, Bogor
Pengurus PSI Kabupaten Bogor Hervin Devananda menjadi korban pembegalan di kawasan Gunung Putri, Bogor (Ist)

"Kejadiannya hari Sabtu lalu, namun laporan ke polisi baru dilakukan pada Senin (13/3/2023) karena menunggu koorfinasi dengan leasing," kata Francine, Selasa (14/3/2023) di Mako Polres Bogor, Cibinong.

PSI mengapresiasi respons dari Polres Bogor dalam kasus ini sejak kejadian, penanganan di puskesmas hingga laporan polisi.

"Hari ini kita koordinasi dengan Kapolres Bogor. Tadi kita diterima Kasat Reskrim AKP Yohanes Redhoi. Kita apresiasi karena kasusnya mendapat atensi dari Kapolres Bogor," ujarnya.

Dia menambahkan polisi sudah memeriksa korban dan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: Mundur dari Dirut TransJakarta, Kuncoro Wibowo Ternyata Disorot KPK, Dicekal ke LN Sejak Februari

"Saat ini polisi sedang mencari bukti-bukti petunjuk untuk menangkap pelaku," papar Francine.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Barat, Marshall Chandra, mengatakan mereka mendorong Polres Bogor mengusut tuntas kasus begal ini.

"Kasus ini menimpa kader kami. Sebagai partai, kalau satu merasa sakit yang lain ikut merasakan. Karena itu, kami mendorong kasus ini diungkap secepatnya," ujarnya.

Marshal berharap polisi melakukan mitigrasi untuk mengatasi maraknya kasus begal di wilayah Bogor dan sekitarnya.

"Kami berharap tidak ada korban lagi dari  begal seperti ini. Semoga ini yang terakhir. Kalau pun ada maka secepatnya ditangkap agar memberi kenyamanan bagi warga," tandasnya.

Baca juga: Pamit Pergi Kondangan, Penjual Sayur Dipergoki Suami Sedang Berhubungan Badan dengan Tukang Jamu

Kronologi kejadian

Sebagai informasi, Kefas Hervin Devananda mengalami pembegalan oleh segerombolan orang tak dikenal di wilayah Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada Sabtu (11/3/2023) dini hari.

Kefas mengalami 10 luka bacokan dengan celurit dan sepeda motornya dirampas kawanan begal.

Kefas Hervin Devananda kehilangan satu unit kendaraan roda dua yaitu motor beat saat dirinya dibegal 

Sekretaris DPD PSI Kabupaten Bogor Ismanto Mangku Jaya atau akrab dipanggil Bara menjelaskan kronologi kejadian pembegal tersebut.

Menurutnya, pada hari tersebut, Hervin ditugasi untuk mewawancarai bacaleg PSI di Kota Bekasi.

Kegiatan itu berlangsung hingga dini hari.

Baca juga: VIral, Anggota Banser Afif Fuad Ditantang Bubarkan Kajian Khalid Basalamah di Masjid Raya Al Jabar

"Hari Jumat pada sekitar Pukul 01:05, korban ketika selesai berkordinasi dan mewawancara bacaleg dari dapil bekasi 1 DPRD kota Bekasi," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (12/3/2023).

Selesai melakukan wawancara, Hervin dengan mengendarai sepeda motor beat dengan plat nomor F 2604 AAB warna Biru hitam hendak pulang menuju ke rumah di Bogor melewati rute Jatiasih - Ciangsana Gunung Putri

Tiba-tiba, di tengah perjalanan, korban dipepet oleh sepeda motor.

"Saat mengendarai motor dengan kecepatan sekitar 60 kilometer/jam, tiba-tiba ada sebuah sepeda motor yang di kendarai oleh 2 orang mepet korban. Mereka secara tiba-tiba mencabut kunci motor korban," katanya.

Saat sepeda motor berhenti, korban segera dikelilingi beberapa orang.

Baca juga: Bu Euway Kisahkan Momen Haru Jelang Pelajar di Bogor Tewas, Sempat Baca Syahadat Sambil Nangis

Bara menggambarkan, berdasarkan kesaksian Hervin, saat itu beberapa orang mengepung.

Menurutnya, para begal itu berkelompok menggunakan sekitar lima sepeda motor.

"Korban melihat bahwa pelaku membawa senjata tajam berupa celurit yang cukup besar. Dan ketika orang yang bawa celurit itu turun, langsung menyambet lengan kanan korban," tutur Bara

Belum puas menyabetkan celurit, seorang begal menghantam kepala korban.

"Namun ketika itu korban menggunakan helm dan puji Tuhan helm itu tidak terlepas di kepala korban," jelas Bara.

Melihat Hervin tak roboh, pelaku lainnya melakukan pengeroyokan.

Bahkan, tubuh Hervin kembali dihujami sabetan celurit.

"Pelaku lain mengeluarkan celurit dari tasnya dan ditikamkan ketubuh korban beberapa kali," ucap Bara. 

Melihat Hervin tak roboh, pelaku lainnya melakukan pengeroyokan.

"Ketika dilihat, korban tidak roboh juga. Akhirnya mereka beramai-ramai menendang dan mengeroyok korban sampai terjatuh. Saat korban jatuh tergeletak pun, korban diinjak beramai-ramai. Setelah itu motor yang bersangkutan dirampas," tutur Bara.

Kejadian begal tersebut mendapatkan atensi lebih dari Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni lewat postingan media sosial pribadinya di Twitter.

Komplotan Begal Sadis 'Arit Merah' di Jakut

Sementara itu, di peristiwa lain, Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara membekuk komplotan begal yang menamai diri mereka sebagai kelompok 'Arit Merah'.

Aksi komplotan begal sadis 'Arit Merah' selama ini telah meresahkan warga di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya.

Pasalnya, para pelaku pembegalan ini tak punya belas kasih untuk melukai korbannya dengan menggunakan celurit berwarna merah.

Usai 15 kali beraksi, akhirnya komplotan begal Arit Merah dapat dibekuk tim Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kamis (9/3/2023).

"Dari 15 TKP Ini tersebar di beberapa titik, ada yang di koja, Tanjung priok, kami akan segera cek titik tempat peristiwanya dan segera kami lakukan konfirmasi dengan korban yang lain," Kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Iver Soh Manosoh, Jumat (10/3/2023).

Menurut Iver, para pelaku ini menggunakan uang hasil kejahatan untuk membeli narkotika jenis sabu dan menggunakannya bersama-sama.

"Dari hasil tes urin terhadap ketiganya, dua dari antara tiga pelaku, positif menggunakan narkoba," ujarnya.

Baca juga: Tega Bacok Korban dengan Sajam, Nyali Komplotan Begal Celurit Merah Ciut Diringkus Polisi

"Lebih jauh kami akan terus mendalami bagaimana ketiga orang ini memperoleh narkoba yang dibelanjakan dari hasil uang kejahatan pencurian dengan kekerasan dengan menimbulkan korban luka parah," sambungnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved