Berita Video
VIDEO Bentrok Suporter PSIS dan Polisi Pecah di Stadion Jatidiri Semarang
Bentrokan antara sejumlah suporter PSIS Semarang dengan polisi pecah di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (17/2/2023).
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Fredderix Luttex
WARTAKOTALIVE.COM -- Bentrokan antara sejumlah suporter PSIS Semarang termasuk kelompok Panser Biru dan Snex, dengan polisi pecah saat pertandingan PSIS melawan Persis Solo di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (17/2/2023).
Akibatnya sejumlah suporter dikabarkan pingsan dan harus dievakuasi. Dalam tayangan dan informasi Kompas TV, polisi terpaksa melepaskan tembakan gas air mata dan water canon untuk membubarkan suporter yang rusuh.
Dari tayangan diketahui bentrokan terjadi di luar stadion.
Massa suporter PSIS Semarang mengepung pintu akses masuk Stadion Jatidiri.
Kelompok Panser Biru dan Snex ini menuntut pihak Panitia Pelaksana mengizinkan mereka mendukung langsung tim kesayangan.
Di lokasi terlihat sejumlah orang harus di bawa ke ruangan karena mengalami gejala sesak napas. Untuk sementara, data yang didapatkan ada empat orang harus mendapatkan pertolongan.
Baca juga: VIDEO Kuasa Hukum Sebut Vonis Bharada E Kemenangan Masyarakat Kecil
Dua dari anggota polisi dan dua lagi merupakan suporter PSIS Semarang.
Bentrokan terjadi lantaran suporter mencoba merangsek masuk ke dalam Stadion Jatidiri Semarang.
Padahal pertandingan bertajuk derbi Jateng itu disepakati digelar tanpa penonton.
Baca juga: VIDEO Terungkap Motif Pembunuhan Wanita Bos Ayam Goreng di Bekasi
Akhirnya, bentrokan pun tidak terhindarkan. Massa melempar polisi yang berjaga menggunakan batu dan botol air minum.
Lemparan itu dibalas polisi menggunakan tembakan water cannon dan juga gas air mata. Para suporter pun berhamburan menyelamatkan diri, meski beberapa masih nekat melempari polisi.
Di depan pintu utama Stadion Jatidiri, ribuan suporter PSIS Semarang mencoba masuk ke stadion. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan niat para supoter untuk tetap mencoba masuk.
Baca juga: VIDEO Sekjen PPP Arwani Thomafi Optimistis Tambah Kursi DPR RI Pada Pemilu 2024
Mereka ada yang berteriak mempertanyakan ke polisi alasan tidak diizinkan masuk. Tidak lama kemudian, sebagian suporter tampak melempar batu ke arah polisi dan kemudian ada tembakan water cannon polisi.
"Sabar dulu, sabar dulu," teriak petugas lewat pengeras suara mobil polisi.
Suporter PSIS merasa tidak memiliki masalah atau konflik apapun dengan suporter Persis sehingga tidak ada alasan untuk saling bentrok atau menyerang.
"Kami datang untuk nonton tim kesayangan kami, dan PSIS jadi tuan rumah, kok malah kami suporter nggak diizinkan nonton. Kalau alasan pertimbangan keamanan, kami tidak ada masalah dengan tim dan suporter Persis", kata Heri, salah seorang suporter.
Baca juga: Modus Usir Jin melalui Metode Ruqyah, Seorang Kepala Sekolah di Bengkulu Ditahan usai Cabuli Siswi
Selain berteriak-teriak, massa suporter sempat melempari mobil Rantis Polisi yang menghalau akses pintu masuk stadion dengan batu dan botol.
"Saya minta rekan-rekan damai, yang kondusif, tolong jangan anarkis", ujar Kabag Operasional Polrestabes Semarang AKBP Recky Robertho di depan massa.
Keputusan melaksanakan pertandingan tanpa penonton sendiri merupakan keputusan bersama dari Panitia Pelaksana, manajemen PSIS dan Persis serta aparat Kepolisian. Langkah ini diambil sebagai upaya mengantisipasi terjadinya kerusuhan antarsuporter.
Seperti diketahui, pertandingan bertajuk derbi Jateng yang sarat gengsi antara PSIS Semarang vs Persis Solo akan digelar tanpa penonton di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (17/2) sore.
Baca juga: Solo Dikepung Banjir, Gibran Rakabuming Semprot BBWSBS hingga Salahkan Limpahan Air dari Wonogiri
Sebelumnya, karteker Pelatih PSIS M Ridwan, mengatakan absennya penonton di kandang Mahesa Jenar itu merugikan timnya.
"Pasti kerugian itu pasti ada karena penonton adalah pemain kedua belas kita, itu adalah penyemangat," kata Ridwan dalam konferensi pers jelang laga di Stadion Jatidiri, Semarang, Kamis (16/2).
Ridwan mengatakan para suporter juga pasti kecewa karena dilarang menyaksikan langsung pertandingan di stadion.
Jinawi, reporter Kompas TV yang melaporkan langsung dari lokasi kejadian mengatakan ada sejumlah suporter yang pingsan karena gas air mata.
- "Kebanyakan yang pingsan, suporter perempuan. Kericuhan meluas di sekitar stadion," katanya dalam tayangan Kompas TV, Jumat sore.