Hari Pers Nasional
Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu: Kita Butuh Pers Bebas dan Bertanggungjawab
Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu menegaskan bahwa saat ini tidak cukup kita memperjuangkan pers yang bebas, tetapi lebih dari itu pers yang bertanggungja
Namun dari pengalaman para bupati dan wali kota membangun daerah masing-masing dengan memanfaatkan kearifan lokal menarik perhatiannya dan memberi inspirasi.
Zainal Fatah juga mencatat sejumlah keluhan kepala daerah seperti belum adanya jalan raya yang memadai di Kabupaten Halmahera Selatan, berkurangnya luas lahan persawahan di Serdang Bedagai akibat pembangunan jalan tol dan sebagainya.
“Kebetulan soal jalan raya di kabupaten, sudah ada kebijakan dari pusat untuk melakukan intervensi agar bisa membuka akses ke daerah-daerah yang punya potensi dengan tambang, pariwisata, perkebunan dan sebagainya,” jelasnya.
“Soal dampak pembangunan jalan tol yang menyebabkan berkurangnya luas persawahan di Serdang Bedagai, perlu saya informasikan saat ini juga Presiden justru menginstruksikan untuk mencetak sawah lebih banyak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari mengatakan, bangsa Indonesia harus memanfaatkan potensi budayanya untuk membangun. “Kita adalah negara superpower dalam bidang kebudayaan menurut UNESCO,” katanya.
Atal mendorong PWI di daerah untuk menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun daerahnya dengan berbasis budaya. “Membangun berdasarkan budaya hasilnya pasti beradab,” tegas Atal saat membuka Dialog Kebudayaan itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ketua-Dewan-Pers-Ninik-Rahayu-tengah-bersama-para-bupatiwali-kota-penerima-Anugerah-Kebudayaan.jpg)