Minggu, 3 Mei 2026

Berita Jakarta

Progres Kerja Lambat, Dinas Bina Marga DKI Bakal Evaluasi Sarana Jaya terkait Pembangunan SJUT

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho menyebutkan setidaknya ada dua mitra yang tergabung dalam pembangunan SJUT.

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho saat ditemui usai rapat di Ruang Bapemperda, DPRD DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/2/2023). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Leonardus Wical Zelena Arga

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) saat ini masih sedang tahap evaluasi.

Diketahui, SJUT merupakan sarana yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk penempatan jaringan utilitas di bawah permukaan tanah.

Tujuan adanya SJUT agar DKI Jakarta terlihat rapi tanpa adanya kabel-kabel di udara yang selama ini dianggap merusak estetika kota.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho menyebutkan setidaknya ada dua mitra yang tergabung dalam pembangunan SJUT.

"Jadi memang pembangunan SJUT ini melibatkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Sarana Jaya," ujar Hari saat ditemui usai rapat di Ruang Bapemperda, DPRD DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/2/2023).

Baca juga: Siap-siap, Pelanggaran Lalu Lintas Ini Bakal Ditindak saat Digelar Operasi Keselamatan Jaya 2023

Baca juga: Penentuan Tarif Sewa SJUT, Pemprov DKI Harus Melibatkan Stakeholder

Hari menyampaikan bahwa PT Jakpro telah berhasil membangun SJUT sepanjang 25 kilometer.

Berbeda dari PT Jakpro, Hari menyebutkan Sarana Jaya bahkan belum sampai satu kilometer dalam membangun SJUT.

"Tentunya akan kami evaluasi ya. Kalau memang membebani, akan dihentikan saja. Dan kami gandeng mitra baru," ucap Hari.

Hari pun membeberkan kriteria mitra yang cocok bukan hanya selaku investor, tetapi juga bisa sebagai pelaksana lapangan.

"Kalau hanya investor, nanti pelaksanaannya terganggu. Tapi kalau hanya pelaksana, duitnya enggak ada," kata Hari.

"Sudah saya sampaikan, anda (Sarana Jaya) saya evaluasi. Kalau nanti tidak bergerak, akan kami kurangi wilayah operasinya," lanjut Hari.

Kemudian, Hari mengaku dari PAM Jaya sudah ada keinginan untuk bergabung menjadi mitra.

Baca juga: Telan Biaya Rp 10 M - Rp 5 M, Pembangunan JPO Skywalk Kebayoran Lama Ditarget Selesai November 2023

Awalnya kata Hari, PAM Jaya hanya ingin membangun jaringan pipanya di bawah, berlaku sebagai operator.

Namun pihaknya telah menawarkan ke PAM Jaya untuk sekaligus menjadi mitra Dinas Bina Marga DKI Jakarta dalam membangun SJUT.

"Tapi memang itu masih penawaran dan rencana. Saat ini masih didiskusikan," pungkas Hari. 

Perkembangan terbaru SJUT

Dinas Bina Marga DKI Jakarta informasikan perkembangan pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).

Diketahui, SJUT merupakan sarana yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk penempatan jaringan utilitas di bawah permukaan tanah.

Tujuan adanya SJUT agar DKI Jakarta terlihat rapi tanpa adanya kabel-kabel di udara yang selama ini dianggap merusak estetika kota.

"Jadi SJUT ini masih berjalan ya," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho saat ditemui usai penanaman pohon di Penataan Kawasan Pluit Karang Karya, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (2/2/2023).

Hari menyebutkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pelaksana pembangunan SJUT, telah menggandeng PT Migo untuk menjadi mitranya.

Baca juga: Heru Budi Hartono Waswas Jakarta Diterjang Banjir, Maksimalkan Pompa dan Mengeruk Saluran Air

Baca juga: Dinas Bina Marga DKI Sebut Progres Mitigasi Utilitas Eksisting ke SJUT di Jaksel Capai 26,39 Persen

Lebih lanjut Hari menginformasikan saat ini pembangunan SJUT telah dilakukan sepanjang 25 dari target 120 kilometer.

"Tahun ini InsyaAllah selesai ya program SJUT ini," kata Hari optimis.

Selanjutnya untuk PT Sarana Jaya yang dianggap tidak ada progres dalam pembangunan SJUT, Hari menegaskan bahwa pihaknya akan mengevaluasi.

"Nanti kami akan monitor dan evaluasi. Sehingga kami bisa menggandeng mitra lain seperti Jakpro," jelas Hari.

Hari pun menegaskan pihaknya tidak segan-segan mengganti PT Sarana Jaya apabila tidak ada perubahan dalam tiga sampai empat bulan ke depan.

"Nanti kalau enggak ada perkembangan, akan kami buka lagi untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lainnya," pungkas Hari. (m36)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved