Breaking News
Senin, 27 April 2026

Polisi Peras Polisi

Bripka Madih Korban Kasus Polisi Peras Polisi, Ternyata Miliki Perilaku Arogan

Anggota provos Polsek Jstinegara Bripka Madih dikenal aroga, meski menjadi korban pemerasan polisi.

Editor: Valentino Verry
Akun Instagram @undercover.id
Bripka Madih, anggota Provos Polsek Jatinegara dikenal arogan oleh warga sehingga bikin resah. Hal ini tentu dibantah Madih, yang menjadi korban pemerasan oknum polisi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saat ini nama Bripka Madih mendadak terkenal. Dia adalah polisi yang menjadi korban pemerasan dari koleganya saat pengurusan tanah.

Ternyata, Bripka Madih tak sebaik yang dibayangkan. Seiring namanya yang kian tenar, muncul orang-orang yang berani bersaksi bahwa petugas polisi itu juga arogan.

Anggota Provost Polsek Jatinegara itu bikin resah warga karena sikapnya yang arogan.

Ketua RW 03 Jatiwarna, Kota Bekasi, Nur Asiah membongkar sikap hingga perilaku Bripka Madih, dalam konferensi pers kasus sengketa lahan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (5/2/2023).

Menurut Nur Asiah, pada 31 Januari 2023 sekitar jam 14.00 WIB, warga mengadu karena Bripka Madih membawa rombongan sekitar 10 orang.

Rombongan tersebut memasang patok di depan rumah para warga di RT04/RW03.

"Patoknya satu, banner ada dua. Di depan rumah warga kami ini, Ibu Soraya, Bapak Bripka Madih ini memasang pos ditunggui beberapa orang yang kami tidak kenal sampai 04.00 WIB," ucapnya.

Asiah menyatakan para warga merasa resah dengan tindakan yang dilakukan oleh Bripka Madih.

Pasalnya, warga merasa tak pernah bersengketa perihal tanah dengan Bripka Madih.

Baca juga: Dipanggil ke Polda Metro usai Pengakuanya Viral, Bripka Madih Berharap Hak Orang Tuanya Dikembalikan

"Dalam arti bukan haknya dari Bapak Bripka Madih memasang patok di depan rumah warga kami. Kecuali, mungkin itu sudah ada putusan pengadilan," lanjutnya.

Asiah mengatakan, warga juga merasa terganggu karena selama proses Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di wilayah RT 04/RW 03, yang menurut Bripka Madih belum pernah dijual, dengan girik 191 dan selisih luas, delapan warga tidak bisa mengikuti PTSL.

"Padahal warga kami ini sudah menyerahkan bukti-buktinya. Itu salah satu yang bikin warga kami resah, karena patok ini dipasang persis di depan rumah mereka. Begitu juga pos," lanjutnya.

Hal tersebut membuat warga ketakutan, tetapi mereka tak bisa melakukan apa-apa karena menghormati posisi Bripka Madih yang merupakan polisi.

Baca juga: Bongkar Borok Polisi, Bripka Madih Diserang Balik, Mulai Dari Pelanggaran Kode Etik Sampai KDRT

"Warga kami merasa ketakutan, warga kami diam saja, karena mohon maaf beliau ini polisi, kami hormati. Tetapi warga kami merasa terganggu secara psikis," lanjut Asiah.

Asiah juga mengatakan Bripka Madih pernah membakar sesuatu saat rapat sedang digelar sehingga menyebabkan asap.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved