Berita Video

Viral! Roti Gulung Ayana Buaran, Ludes Ratusan Porsi Dalam Tiga Jam

Dengan memanfaatkan gerobak berukuran 1 x 2 meter, Oni Budiman (60) selaku owner usaha, rupanya sudah aktif berdagang sejak tahun 2005.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, BUARAN - Beragam jajanan menarik bisa kalian jumpai ketika bersinggah di Ibu Kota, terlebih jika tengah berada di Buaran, Jakarta Timur.

Sebab, terdapat jajanan yang kini viral di sosial media, yaitu Roti Gulung Ayana Buaran.

Dengan memanfaatkan gerobak berukuran 1 x 2 meter, Oni Budiman (60) selaku owner usaha, rupanya sudah aktif berdagang sejak tahun 2005.

"Betul saya yang punya, sudah jualan sejak 17 tahun lalu disini, dan saat ini Alhamdulillah lagi viral sering ngeliat di sosial media," kata Oni, saat ditemui awak media, Minggu (15/1/2023).

Lelaki yang memiliki khas berambut putih itu juga menjelaskan, walaupun usahanya ternilai sudah berangsur cukup lama, namun ia tegaskan, menjalankannya tidak begitu mudah seperti air mengalir saja.

Jika dianalogikan, air yang mengalir di sungai, dan kerap terhambat menghantam bebatuan.

Sesuai realita terucap dari mulutnya, dirinya mengaku pernah kehilangan gerobak, dan terpaksa harus menutup empat cabang lainnya karena kondisi pandemi Covid 19 meningkat drastis, dikisaran tahun 2020 - 2021.

"Dulu pernah banyak cabang, tapi saya kapok, karena terakhir kali itu gerobaknya hilang di wilayah PIK Jakarta Timur, dan cabang lain juga ada di Banjir Kanal Timur (BKT), lalu kawasan Rawa Badung, dan Bekasi, tapi sekarang sudah tidak ada," jelasnya.

Walaupun ia sudah menutup seluruh cabang usahanya, kini Oni pun sudah merangkak berkembang dengan perlahan.

Terbukti, ketika usahanya sempat viral di beberapa platform sosial media, penjualannya pun meningkat hingga dua kali lipat.

"Biasanya saya bawa itu 100 roti sampai 150 roti, tapi setelah viral bisa habis hingga 200 roti dalam waktu tiga sampai tiga jam setengah," tuturnya.

Menariknya, Roti ini memiliki waktu maksimal untuk dikonsumsi hingga kurun waktu empat hari setelah digarang.

Dikatakan Oni, untuk rasa dan tekstur Roti masih tetap terjaga, baik dari segi sensasi Crispy, dan empuk.

"Ini juga kuat empat hari tanpa rusak, masih bisa dikonsumsi," imbuhnya.

Kalau dilihat dari latar belakang pendidikan Oni, usaha yang ditekuni saat ini berbanding terbalik dengan pekerjaannya kala itu sebagai Desain Interior di suatu proyek.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved