Inflasi Indonesia Naik Jadi 5,51 Persen pada Desember 2022
Tito menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga yang harus menjadi perhatian utama kepala daerah dalam pengendalian inflasi.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di kantornya, Jakarta, Senin (9/1/2023).
Inflasi nasional, kata Tito, naik hingga 5,51 persen pada akhir Desember 2022.
Tito menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga yang harus menjadi perhatian utama kepala daerah dalam pengendalian inflasi.
Sebab, masalah stabilitas harga pangan menjadi concern yang paling utama di masyarakat bawah.
"Isu-isu lain mungkin masyarakat bawah, working class, bukan menjadi isu utama bagi mereka."
"Tapi kalau masalah pangan, barang jasa, harga, kenaikan, naik turunnya, itu menjadi concern sebagian besar mayoritas masyarakat kita,” tuturnya.
Baca juga: Selesai Bertugas Tahun Ini, Firli Bahuri Pastikan Takkan Ada Penegakan Hukum yang Cacat di KPK
Tito menekankan agar kepala daerah tidak bosan menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, karena tantangan ekonomi dan inflasi merupakan permasalahan global yang tengah dihadapi seluruh negara.
Dari kunjungannya ke Eropa, Tito menemukan ada negara mengalami kenaikan harga hingga tiga kali.
Apalagi, perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan ikut memberi andil terhadap terjadinya inflasi.
Baca juga: Ketua Mahkamah Partai: Sandiaga Uno Lah yang Kebelet dan Bernafsu Dekati PPP
Sebab, hal itu mengganggu ketersediaan suplai energi, sehingga berdampak ke seluruh negara di dunia.
“Beberapa menteri yang menyampaikan kepada saya, (saat mereka) kunjungan ke Brussel, Amsterdam, dan lain-lain, di jalan-jalan lampunya banyak mati, lampu jalan."
"Karena memang untuk menghemat energi, sekarang ini masa winter musim dingin, perlu pemanas, air panas, dan lain-lain, heater, sehingga kebutuhan energi sangat tinggi,” ungkapnya.
Baca juga: Hasto: Banyak Partai Ajak PDIP Berkoalisi, Kami Tidak Neko-neko, Tak Pernah Menusuk dari Belakang
Tito menyampaikan, angka inflasi nasional sangat ditentukan oleh kerja pemerintah pusat dan seluruh pemerintah daerah.
Mendagri merangkum nilai inflasi tahun lalu Bulan September mencapai 5,9 persen, Bulan Oktober turun menjadi 5,78 persen, dan Bulan November turun sampai ke angka 5,42 persen.
Namun pada Bulan Desember mengalami sedikit kenaikan menjadi 5,51 persen. (Larasati Dyah Utami)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ternyata-depok-salah-satu-wilayah-dengan-tingkat-inflasi-tertinggi-di-indonesia23.jpg)