Pendidikan
Mengenal Metode Pembelajaran Digital dengan Blended Learning di Sekolah, Ini Perbedaannya
Berikut beberapa aspek yang membedakan antara metode pembelajaran digital dengan blended learning.
Oleh karena itu, penilaian formatif lebih cocok digunakan dibandingkan dengan sumatif.
Contoh penerapan: Seorang guru Bahasa Indonesia memberikan tugas menulis cerita pendek kepada siswa dengan tujuan mengukur tingkat pemahaman siswa dan mengevaluasi strategi pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan materi penulisan cerita pendek.
Terdapat keterlibatan dalam komunitas
Dalam blended learning, guru melatih siswa untuk berkontribusi terhadap masyarakat.
Contoh penerapan: Setelah pembelajaran mengenai nilai-nilai Pancasila, guru menginstruksikan siswa untuk merancang program pengabdian masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.
Model Metode Pembelajaran Blended Learning
Dalam penerapannya, metode pembelajaran blended learning dibagi dalam 4 model pembelajaran. Adapun penjelasannya sebagai berikut:
Rotation
Model ini adalah model pembelajaran dimana para siswa berotasi antara pos-pos berisi kegiatan pembelajaran yang berbeda, setidaknya salah satunya melibatkan kegiatan pembelajaran digital.
Guru akan bertindak sebagai fasilitator yang akan menyediakan beberapa pos-pos kegiatan pembelajaran yang akan digunakan oleh siswa. Pembagian pos ini dibagi menjadi empat, yaitu:
1. Station rotation: berpindah antar pos yang seluruh pos berada di dalam kelas.
2. Lab rotation: salah satu pos berada di lab komputer.
3. Individual rotation: siswa berpindah pos sesuai jadwal pribadi siswa.
4. Flipped classroom: siswa mempelajari materi di rumah dan melakukan aktivitas di sekolah.
Flex
Model ini merupakan model pembelajaran Rotation, dimana pembelajaran berlangsung secara fleksibel. Antara porsi dan aktivitas pembelajaran digital-tatap muka disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ilustrasi-anak-sedang-mengikuti-blended-learning.jpg)