Virus Corona
PPKM Dicabut Saat Omicron BF.7 Melanda, Pemerintah Pastikan Keadaan Baik-baik Saja
Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Muhammad Syahril membenarkan subvarian ini sudah ada di Indonesia.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Covid-19 subvarian Omicron BF.7 masuk Indonesia, jauh sebelum pemerintah mencabut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Subvarian ini telah menyebar di beberapa wilayah di Cina sejak Oktober 2022.
BF.7 adalah nama alias untuk B.1.1.529.5.2.1.7.
Sesuai data yang dirilis oleh CDC Amerika Serikat (AS), BF.7 menyumbang 4,6 persen dari total kasus aktif Covid-19 di AS.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Muhammad Syahril membenarkan subvarian ini sudah ada di Indonesia.
"Jadi subvarian BA.2.75 dan BF7 sebenarnya sudah ada di Indonesia," ungkapnya secara virtual, Jumat (31/12/2022).
Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 30 Desember 2022: 10 Pasien Wafat, 904 Orang Sembuh, 552 Positif
Namun, Syahril mengatakan situasi tetap baik-baik saja.
"Tapi kalau bisa dikatakan baik-baik saja. Artinya tidak terjadi lonjakan signfikan dan menyebabkan hospitalisasi dan kematian," ujarnya.
Ia pun menyebutkan herd immunity di Indonesia saat ini sudah mencapai 98,5 persen.
Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Jokowi Tetap Pertahankan Status Darurat Kesehatan Usai Cabut PPKM
Pemerintah telah mendeteksi 15 kasus varian Omicron BF.7 di Indonesia. Varian ini terdeteksi pada Oktober 2022.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, sebanyak 15 kasus itersebar di DKI Jakarta, Bali, dan Jawa Barat.
"Jakarta 7 kasus, Jabar 1 kasus, Bali ada 7 kasus," ungkap dr Nadia saat dikonfirmasi, Jumat (30/12/2022).
Baca juga: Cabut PPKM, Jokowi Pastikan Bansos, Bantuan Vitamin, dan Obat-obatan Covid-19 Tetap Lanjut di 2023
Dia menyebut, semua pasien telah dinyatakan sembuh dan sehat. Mereka telah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Gejala subvarian ini mirip dengan flu biasa. Pihaknya memastikan akan terus memantau perkembangan kasus varian Omicron BF.7.
"Masih terus kita monitor perkembanganya. Sementara pengawasan pintu masuk diperketat, surveilens genomik untuk monitor," jelas Nadia.
Omicron subvarian BF.7 disinyalir menjadi penyebab meledaknya kasus Covid-19 di Cina. (Aisyah Nursyamsi/Rina Ayu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/omicron-02.jpg)