Selasa, 19 Mei 2026

Polisi Tembak Polisi

Ferdy Sambo Sebut Bharada E Tidak Pahami Perintah 'Hajar' saat Penembakan Brigadir J

Ferdy Sambo melalui kuasa hukumnya, Febri Dianysah menyebutkan bahwa Bharada E tidak memahami perintah "hajar" saat peristiwa penembakan Brigadir J.

Tayang:
Penulis: Nurmahadi | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/ Yulianto Anto
Ferdy Sambo melalui kuasa hukumnya, Febri Dianysah menyebutkan bahwa Bharada E tidak memahami perintah "hajar" saat peristiwa penembakan Brigadir J. 

Awalnya Hakim Ketua, Wahyu Iman Santosa menanyakan soal perintah Ferdy Sambo kepada Bharada E untuk menghabisi Yosua

"Bagaimana cara Anda perintahkan Richard?" tanya Hakim. 

"Hajar Chad!. Kamu hajar Chad. Kemudian ditembaklah Yosua sambil maju sampai roboh Yang Mulia. Itu kejadian cepat sekali tidak sampai sekian detik karena cepat sekali penembakan itu," kata Ferdy Sambo

"Kemudian?" tanya Hakim. 

"Saya kaget kemudian saya sampikan stop berhenti!. Begitu melihat Yosua jatuh kemudian sudah berlumuran darah, saya jadi panik Yang Mulia," jawab Ferdy Sambo.

Usai peristiwa penembakan itu terjadi, Ferdy Sambo tidak tahu harus bagaimana. Satu-satunya cara agar ini menjadi masuk akal kata Sambo yakni diubah menjadi tembak-menembak.

Baca juga: Saksi Ahli Hukum Pidana Sebut Hukuman Ferdy Sambo Bisa Ringan Tergantung Motif Pembunuhan

"Akhirnya kemudian saya melihat ada senjata Yosua di pinggang, kemudian saya mengambil dan mengarahkan tembakan ke dinding Yang Mulia," kata Ferdy Sambo.

Kemudian eks Kadiv Propam itu pun berpikir, jika tembak-menembak maka harus ada bekas tembakan dari Yosua. 

Alhasil, Ferdy Sambo mengambil senjata dan digenggamkan kepada tangan Yosua, kemudian Ferdy Sambo menembakkan senjata tersebut ke lemari atas.

"Setelah itu saya juga melihat bahwa ini harus ada bekas tembakan Yosua. Kemudian saya mengambillah tangan Yosua. Kemudian menggenggam senjata milik Yosua kemudian menembakan ke lemari sebelah atas Yang Mulia," ujar Sambo.

Tak hanya itu, Ferdy Sambo juga sempat berpikir Yosua masih hidup, akhirnya ia pun meminta Prayogi untuk memanggilkan ambulans.

"Kemudian saya minta Prayogi memanggil ambulans karena saya masih berpikir bahwa Yosua masih bisa dibawa ke rumah sakit," katanya.

Setelah itu, Sambo pun memanggil Bharada E dan berkata akan bertanggung jawab. Asalkan, Bharada E bersaksi bahwa peristiwa tersebut adalah tembak-menembak.

"Saya kemudian masuk ke dalam memanggil Richard untuk menyampaikan bahwa ‘saya akan bertanggung jawab Chad, yang penting kamu sampikan bahwa ini peristiwa tembak menembak. Saya akan bela kamu karena ini peristiwa, saya harus bertanggung jawab," katanya.

Mulai dari situlah Ferdy Sambo membuat sebuah skenario soal tembak-menembak yang terjadi antara Bharada E dan Brigadir J

"Kemudian saya sampaikan kamu harus menceritakan bahwa ibu minta tolong kemudian kamu turun dari tangga dan kamu menegur Yosua. Yosua nembak kamu, dan kamu melakukan penembakan," ujar Ferdy Sambo. (m41)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved