Senin, 11 Mei 2026

Polisi Tembak Polisi

Bharada E ke Putri Candrawathi: Jika Ada CCTV, Ibu Tidak Akan Berbohong di Pengadilan Ini

Bharada E membantah sejumlah kesaksian Putri Candrawathi dalam sidang pembunuhan Brigadir Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan

Tayang:
Akun YouTube Kompas TV
Bharada E membantah sejumlah keterangan Putri Candrawathi terutama terkait perencanaan skenario penembakan Brigadir J di rumah Saguling serta soal wanita menangis keluar dari rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka dalam sidang pembunuhan Brigadir J di PN Jaksel, Senin (12/12/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Bharada Richard Eliezer alias Bharada E membantah sejumlah kesaksian Putri Candrawathi dalam sidang pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (12/12/2022).

Bahkan Bharada E mengatakan jika saja CCTV di lantai 2 dan 3 rumah Saguling dan rumah di Jalan Bangka ada, maka semua keterangan Putri Candrawathi akan mentah atau tidak akan berani berbohong di pengadilan.

Putri Candrawathi bersaksi di sidang pembunuhan Brigadir J untuk terdakwa Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Maruf.

Bantahan Bharada E itu diungkapkannya di sidang saat dimintai tanggapan oleh Majelis Hakim atas keterangan atau kesaksian Putri Candrawathi.

"Ibu PC bilang tidak tahu pada saat saya mengobrol dengan bapak FS di lantai 3 Saguling. Padahal kenyataannya Bapak FS dan saya yang ngobrol, dan pada saat FS menerangkan tentang skenario, serta menyuruh saya untuk menembak Yosua, pada waktu itu, ibu PC itu ada di situ," kata Bharada E.

"Juga pada saat saya mengisi peluru, amunisi, ibu PC juga ada di situ," ujar Bharada E di persidangan.

Baca juga: Hasil Tes Poligraf Ungkap Putri Candrawathi Bohong Dirinya Tak Berselingkuh dengan Brigadir J

"Makanya, seandainya CCTV di lantai 2 dan lantai 3 rumah Saguling serta Jalan Bangka itu ada, mungkin semua akan lebih terang dan Ibu tidak akan berbohong di pengadilan begini," kata Bharada E sambil menatap ke arah Putri Candrawathi.

Sebelumnya Putri Candrawathi mengaku tidak ada bersama Ferdy Sambo saat memanggil Bharada E dan menyuruh Bharada E menembak Brigadir J.

Selain itu, Putri Candrawathi juga mengaku tidak pernah tahu ada wanita menangis keluar dari rumah di Jalan Bangka. Padahal menurut kesaksian Bharada E sebelumnya setelah Putri Candrawathi masuk ke rumah Bangka menemui Ferdy Sambo, seorang wanita keluar sambil menangis.

Baca juga: Putri Candrawathi Mengaku Dirinya Dibanting Tiga Kali saat Hendak Diperkosa Brigadir J

"Lalu selanjutnya Yang Mulia, di Duren Tiga ibu PC mengaku menutup pintu kamar. Padahal saat kejadian itu dan beberapa saksi juga mengatakan baik dari Romer dan Om Kuat juga mengatakan, pintu itu terbuka setengah. Dan saya juga melihat pintu kamar ibu PC itu terbuka setengah," kata Bharada E.

"Lalu yang terakhir Yang Mulia, ibu PC mengatakan tidak tahu tentang pemberian uang dan HP Yang Mulia," kata Bharada E

Dia melanjutkan, "Padahal ada foto yang tadi disebut, gambaran tangan ibu PC menggunakan gelang yang saat ini ibu PC pakai juga, dan juga ada potongan kaki dari bapak FS memakai sandal saat pemberian uang dan HP. Terima kasih Yang Mulia."  

Atas pernyataan Bharada E tersebut, kemudian Majelis Hakim menanyakan ke Putri, bagaimana tanggapannya.

Baca juga: Pakar Sangsi Putri Candrawathi Diperkosa Brigadir J di Rumah Magelang

"Bagaimana saudara saksi?," kata Hakim.

"Saya tetap pada keterangan saya, Yang Mulia," jawab Putri Candrawathi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved