Memilih Damai

Pesan Meutia Hatta untuk Mereka yang Ingin jadi Pejabat, Harus Tahu UUD 1945 dan Pancasila

Meutia Hatta mengingatkan mereka yang berkeinginan untuk menjadi pejabat harus mengetahui perihal UUD 1945 dan Pancasila sebagai modal penting nanti.

Warta Kota/Alfian Firmansyah
Meutia Hatta saat Talkshow Series Memilih Damai dengan tema "Membedah Genealogi Presiden dari Masa ke Masa digelar di Universitas Al-Azhar, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Talkshow Series Memilih Damai dengan tema "Membedah Genealogi Presiden dari Masa ke Masa digelar di Universitas Al-Azhar, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2022).

Sebagai informasi, pembawa acara dibawakan oleh Paramitha Soemantri dan Pemimpin Redaksi Warta Kota Domu Ambarita sebagai moderator. 

Selanjutnya, narasumber yang hadir yaitu Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti, Dekan FISIP Universitas Indonesia Semiarto Aji Purwanto, Dekan FISIP Universitas Al-Azhar Heri Herdianto, Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu dan Meutia Hatta yaitu Putri dari  Muhammad Hatta. 

Kemudian, salah satu narasumber yang hadir yaitu putri proklamator Mohammad Hatta, Meutia Hatta. Meutia mengatakan, bahwa jika tokoh politik ingin menjadi pejabat, harus mengetahui soal Undang - Undang 1945 dan Pancasila. 

Baca juga: Piala Dunia 2022 : Hudzaifah Sufyan, Keturunan WNI Kini Membela Timnas Qatar

Baca juga: Semiarto Aji Purwanto Jelaskan Pentingnya Etnisitas dalam Dunia Politik dan Pemilu

"Kami melihat Pancasila itu adalah nilai budaya, kebudayaan nasional, dan kebudayaan nasional itu, adalah kebudayaan yang digunakan orang Indonesia, warga negara untuk berinteraksi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Meutia di Universitas Al-Azhar, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2022).

Selain itu, Meutia juga menyebutkan tentang warisan yang diberikan kepada anak-anaknya. 

"Warisannya adalah orang Indonesia harus menjadi tuan di negeri sendiri," ujar Meutia. 

Meutia juga menyampaikan, warisan Bung Hatta lainnya adalah memikirkan dan menghormati orang kecil. Karena, tanpa orang kecil sebuah bangsa atau perusahaan tidak akan berarti.

"Salah satu contoh yang diberikan Bung Hatta adalah jangan menawar saat membeli buah di tukang buah. Sebab, hal itu tidaklah manusiawi," tutur Meutia. 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved