Memilih Damai

Semiarto Aji Purwanto Jelaskan Pentingnya Etnisitas dalam Dunia Politik dan Pemilu

Dekan FISIP Universitas Indonesia, Semiarto Aji Purwanto menjelaskan tentang etnisitas yang ada di dalam dunia politik khususnya pemilu.

Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga
Dekan FISIP Universitas Indonesia, Semiarto Aji Purwanto saat acara Talkshow Series Memilih Damai bertema 'Membedah Genealogi Presiden dari Masa ke Masa', di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al-Azhar Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Dekan FISIP Universitas Indonesia, Semiarto Aji Purwanto menjelaskan tentang etnisitas yang ada di dalam dunia politik khususnya pemilu.

Hal itu disampaikan saat Talkshow Series Memilih Damai dengan tema 'Membedah Genealogi Presiden dari Masa ke Masa' di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al-Azhar Indonesia, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2022).

"Etnisitas ya kalau dibayangkan mungkin adalah suku bangsa. Jadi ini adalah persoalan suku bangsa," ujar Aji dalam paparannya.

Aji pun menjelaskan pemahaman suku bangsa adalah perbedaan kesatuan sosial berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan.

Aji mengatakan bahwa suku bangsa dari perspektif identitas. Ia mencontohkan berbagai macam etnis mulai dari Jawa, Bugis, Minang, dan lain sebagainya.

Baca juga: Harga STB Naik Empat Kali Lipat Setelah ASO, Anggota DPR Ini Minta Kominfo Turun Tangan

"Lalu, apa urusannya ini menjadi penting dalam politik?" tanya Aji kepada audiens yang hadir.

Aji langsung menjelaskan bahwa menjadi seorang tokoh, harus dapat memperbanyak pengikut.

Menurutnya, salah satu cara yang paling mudah untuk memperoleh pengikut banyak adalah dengan kesamaan identitas.

"Padahal kalau bicara soal kontestasi politik, yang kita pilih adalah kesamaan atau kecocokan dengan program si calon," ucap Aji.

Aji menyadari hal tersebut menjadi lebih susah. Menurutnya, hal paling mudah yang saat ini bisa dilakukan adalah dengan menawarkan kesamaan-kesamaan identitas tertentu.

Baca juga: Marsha Aruan Sebut Ayahnya Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung dan Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

"Entah itu identitas suku bangsa, identitas agama, identitas daerah asal, dan sebagainya. Ini jauh lebih mudah diaktifkan," kata Aji.

Sebagai informasi, talkshow tersebut digelar atas kerja sama antara Tribun Network dengan Universitas Al-Azhar Indonesia.

Beberapa narasumber yang hadir menjadi pembicara antara lain: Ahli Antropologi dan Politikus, Meutia Farida Hatta Swasono; Dekan FISIP Universitas Indonesia, Semiarto Aji Purwanto; Dekan FISIP Universitas Al-Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto; Founder Lingkar Madani, Ray Rangkuti; dan Peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu.

Berdasarkan pantauan Warta Kota, sekira ratusan mahasiswa hadir dalam talkshow tersebut. Antusiasme terlihat dari keaktifan mereka saat bertanya terkait topik talkshow yang sedang didiskusikan. (m36)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved