Piala Dunia 2022

Ada Bandung di Qatar! Jual Seblak Hingga Cilok

Ada Bandung di Qatar. Namanya Bandung Food Center yang menjual beragam jajanan khas Bandung mulai dari batagor, seblak, hingga cilok.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ada Bandung di Qatar. Namanya Bandung Food Center yang menjual beragam jajanan khas Bandung mulai dari batagor, seblak, hingga cilok.

Bandung Food Center merupakan mini market atau koperasi yang menyediakan beragam makanan dan jajanan khas Indonesia khususnya Bandung.

Mini market sederhana tersebut terletak di Stasiun Al Sedari, Al Wakrah, Qatar atau 15 menit dari pusat kota Doha.

Dari laporan reporter TribunNetwork Eko Priyono, Manajer Bandung Food Center Sinta mengatakan bahwa pihaknya memiliki sejumlah anggota yang memuat barang makanan khas Indonesia.

Misalnya saja mulai dari makanan seblak, cilok, batagor, hingga sambal terasi. Sejumlah makanan khas Bandung itu didatangkan langsung dari Bandung dengan bentuk kering sehingga lebih tahan lama.

Dibuatnya mini market tersebut bertujuan untuk menampung UMKM khas Bandung untuk dijual di Qatar.

Bukan hanya makanan kering, di Bandung Food Center juga dijual jajanan seperti keripik jamur dan minuman seperti Kopi Aroma Bandung dan Kopi Gunung Puntang.

Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau misalnya untuk kopi instan khas Bandung dijual 35 hingga 90 rial Qatar.

“Karena produknya ini keripik jamur lembang banyak peminatnya, kopi aroma bandung sudah terkenal banyak yang mau,” jelasnya.

Baca juga: VIDEO Indahnya Museum Nasional Qatar yang Berbentuk Seperti Mawar Gurun

Kata Sinta, saat ini yang menjadi kesulitan Bandung Food Center ialah pengiriman barang dari Bandung ke Qatar.

Pengiriman laut bisa mencapai 3 bulan lamanya. Sementara, barang yang dijual merupakan makanan yang mudah kedaluwarsa seperti kerupuk, batagor, seblak, dan boci.

Pihak toko juga suka mengakalinya dengan pengiriman kargo penerbangan yang waktunya lebih singkat yakni 28 hari. Namun harganya memang relatif lebih mahal ketimbang pengiriman laut.

“Jadi kita kerap kejar-kejaran dengan massa kedaluwarsa,” jelas Shinta.

Shinta berharap, perizinan ekspor dari Indonesia ke Qatar untuk barang UMKM ke depannya lebih dipermudah agar bisa mempersingkat waktu.

Sebab, makanan Bandung ternyata digemari oleh sejumlah warga Qatar ataupun WNI di Qatar.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved