Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta, Asal Usul Nasi Uduk Betawi Dari Makanan Raja Hingga Jadi Makanan Orang Susah

Siapa yang tak kenal dengan nasi uduk. Nasi berasa gurih itu sangat melekat dengan sejarah Jakarta baik sebelum kedatangan VOC hingga kini.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Gunawan Kartapranata, CC BY-SA 3.0 , via Wikimedia Commons
Ilustrasi - sejarah nasi uduk Betawi di Jakarta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Siapa yang tak kenal dengan nasi uduk. Nasi berasa gurih itu sangat melekat dengan sejarah Jakarta baik sebelum kedatangan VOC hingga kini.

Nasi uduk sendiri memiliki cita rasa khas yang gurih dan wangi. Ada beragam cerita yang terkait dengan asal usul nasi uduk Betawi.

Sejarah nasi uduk Betawi sendiri memiliki beragam macam versi mulai dari dibawa suku Melayu hingga menjadi makanan untuk orang susah di Batavia.

Dikutip dari Kompas.com, ahli kuliner Betawi, Pudentia memberikan penjelasan seputar asal usul nasi uduk.

Menurut Pudentia, masyarakat bangsa Melayu melakukan perpindahan dari Malaka ke Batavia yang mana juga membawa masakan khasnya yakni nasi lemak.

Kemudian di Batavia, orang Melayu bertemu dengan orang Jawa yang mana sudah biasa menyantap nasi gurih.

Pudentia menjelaskan, “Kebudayaan Jawa masuk juga. Tahun 1628-1629 masuk kerajaan Mataram menyerang VOC. Jadi, di Betawi ada orang Melayu dan orang Jawa. Lalu dia menghasilkan nasi uduk,”.

Ditambahkan juga oleh Pudentia, percampuran nasi lemak dan nasi gurih sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Saat ini, nasi uduk sudah melekat erat dengan tradisi budaya Betawi yang tidak hanya disuguhkan untuk menu makan sehari-hari. Namun juga, menu sajian spesial di acara penting.

Arti nama dari nasi uduk Ditambahkan dalam buku berjudul "Kuliner Betawi Selaksa Rasa & Cerita” (2016) oleh Akademi Kuliner Indonesia terbitan PT Gramedia Pustaka Utama bahwa kata "uduk" secara etimologi berarti susah.

Di masa lalu, nasi uduk menjadi menu bekal wajib para petani untuk dimakan di ladang persawahan.

Bahkan kononnya, nasi uduk awalnya dimasak dan dinikmati oleh rakyat kecil.

Baca juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Silat Betawi, Ada yang Diciptakan Pendekar Tionghoa

Selain didatangkan orang melayu dan menjadi makanan untuk orang susah, ada juga yang menyebut bahwa nasi uduk merupakan makanan kegemaran Sultan Agung Mataram.

Terangkum dalam sejarah nasi uduk dalam versi Babad Jawa berawal dari kegemaran Sultan Agung Mataram menyantap nasi Arab.

Namun, karena sulit menemukan jenis beras dan bumbu yang digunakan dalam pembuatan nasi Arab, Sultan Agung lantas mengadaptasi hidangan tersebut dengan menggunakan bahan lokal dan terciptalah nasi uduk.

Hingga kini nasi uduk masih menjadi makanan khas Betawi. Bahkan, saking populernya, makanan tersebut kini menjadi salah satu menu sarapan warga Indonesia.

Mulai dari orang susah hingga orang tajir menggemari nasi uduk Betawi. Membedakan nasi uduk Betawi dengan nasi uduk pada umumnya ialah pada lauk pauk.

Pada nasi uduk Betawi biasanya disajikan dengan berbagai macam olahan semur seperti semur jengkol, semur tahu, semur tempe, semur kentang, hingga semur telur.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved