Sabtu, 11 April 2026

Bamboo Dome di KTT G20, Bangunan Bambu Mahakarya Otentik dan Estetik Anak Bangsa

Bamboo Dome di Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali, lokasi santap siang para pemimpin dan delegasi G20 yang terbuat dari bambu karya anak bangsa.

istimewa
Bamboo Dome di Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali, lokasi santap siang Presiden Joko Widodo bersama para pemimpin dan delegasi G20 adalah mahakarya anak bangsa kolaborasi perajin bambu gianyar dengan visual creative consultant KTT G20 Elwin Mok, desainer Bamboo Dome Rubi Roesli dan pakar bambu dari Universitas Gadjah Mada, Ashar Saputra. 

WARTAKOTALIVE.COM, BALI - Bangunan bernama Bamboo Dome di Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali menjadi perbincangan menarik di tengah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Presidensi G20 Indonesia yang dihelat November lalu.

Tempat indah di tepi pantai ini merupakan lokasi Presiden Joko Widodo menikmati santap siang makanan khas Indonesia bersama dengan para pemimpin dan delegasi G20.

Bamboo Dome ini merupakan mahakarya kolaborasi visual creative consultant KTT G20 Elwin Mok, desainer Bamboo Dome Rubi Roesli dan pakar bambu dari Universitas Gadjah Mada, Ashar Saputra.

Ashar tidak menyangka sebelumnya bahwa ia akan mengambil peran dalam pembuatan Bamboo Dome ini. Berawal dari kontak teman penggiat bambu dari Bali yang menawarkan kerja sama dengan panitia nasional G20 dalam pembuatan lokasi jamuan makan para pemimpin dan delegasi G20.

Tawaran ini bukan tanpa tantangan, perajin hanya memiliki waktu yang relatif singkat untuk menyiapkan lokasi yang estetik dan aman.

Bamboo Dome di Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali
Bamboo Dome di Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali, lokasi santap siang Presiden Joko Widodo bersama para pemimpin dan delegasi G20 adalah mahakarya anak bangsa kolaborasi perajin bambu gianyar dengan visual creative consultant KTT G20 Elwin Mok, desainer Bamboo Dome Rubi Roesli dan pakar bambu dari Universitas Gadjah Mada, Ashar Saputra.

“Para penggiat, perajin bambu disediakan tiga minggu untuk menyelesaikan Bamboo Dome. Ini menuntut kerja sama yang intensif antara arsitek, perajin bambu, dan saya untuk memastikan keamanannya sehingga harus dikawal dengan cukup ketat karena pekerjaannya cukup banyak dan harus zero tolerance terkait keamanan struktur bangunan,” ungkap Dosen Departemen Teknik Sipil FT UGM ini.

Proses demi proses dikerjakan dari menentukan pondasi, menyusun lengkung-lengkung utama, sampai keseluruhan dapat diuji karena strukturnya lengkung.

“Tantangannya adalah membentuk lengkungan yang estetik dan keamanannya tercapai. Berbeda dengan bangunan beton atau baja, membangun bambu memiliki ketidaktentuan yang cukup tinggi, baik dari dimensi, kematangan, maupun kinerja sambungannya,” ungkap Ashar.

Bamboo Dome dibangun menggunakan bambu apus, sebagai penyangga memakai bambu petung dari Tabanan yang dibawa ke Gianyar untuk dikerjakan perajin.

Ashar takjub pada satu momen yang ia sebut sebagai Moment of Truth. Ketika satu hari sebelum Presiden Joko Widodo melakukan cek lokasi, di Nusa Dua terjadi hujan yang sangat lebat dan angin yang sangat kencang selama 2 jam.

Bamboo Dome (1)
Bamboo Dome di Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali, lokasi santap siang Presiden Joko Widodo bersama para pemimpin dan delegasi G20 adalah mahakarya anak bangsa kolaborasi perajin bambu gianyar dengan visual creative consultant KTT G20 Elwin Mok, desainer Bamboo Dome Rubi Roesli dan pakar bambu dari Universitas Gadjah Mada, Ashar Saputra.

Ia berada persis di bawah bangunan yang sedang dikerjakan sembari memperhatikan seluruh bangunan, didapatinya seluruh struktur bangunan masih stabil dan tetap kokoh.

“Di titik ini saya menjadi yakin dengan keamanan struktur bangunan Bamboo Dome yang hampir 100 persen pengerjaannya, ketika saya tidak dapat menguji secara langsung tetapi bangunan langsung diuji oleh alam,” kenangnya.

Ide dari para desainer terkait Bamboo Dome sendiri adalah di saat dunia senang memilih yang artifisial, justru Bali masih memiliki yang orisinal.

Itu yang membuat salah satu pilihan bahan adalah Bambu yang sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia.

Dalam pengerjaan bangunan ini, Ashar sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada teman-teman perajin bambu yang telah cukup lama dikenalnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved