Berita Jakarta

Tujuh Langkah BPBD DKI Jakarta Hadapi Bencana Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi bencana banjir.

dok. Pemprov DKI Jakarta
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyimak proyek normalisasi Sungai Ciliwung. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi bencana banjir.

Upaya ini dilakukan untuk menyikapi musim hujan yang terjadi mulai akhir Oktober 2022 sampai Februari 2023.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, ada tujuh langkah yang dilakukan BPDB DKI Jakarta.

Pertama, menyebarluaskan informasi cuaca terkini dan kondisi tinggi muka air (TMA) kepada masyarakat melalui kanal media sosial dan website.

Kedua, memberikan informasi peringatan dini terkait kenaikan TMA melalui Disaster Early Warning System (DEWS) dan SMS Blast, serta peringatan dini cuaca melalui website, media sosial, WhatsApp Group, dan Channel Telegram.

“Ketiga, mendistribusikan sarana dan prasarana pendukung penanganan banjir kepada setiap kelurahan yang berada di kawasan rawan banjir, seperti perahu, ring buoys, jaket pelampung, dan lain-lain,” katanya.

Isnawa melanjutkan, langkah keempat adalah menyiagakan 267 personel petugas penanggulangan bencana atau Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap kelurahan. Langkah ini ditempuh sebagai upaya mempercepat koordinasi dan penanganan bencana.

Kemudian, kelima adalah memastikan kesiapan posko penanganan bencana dan lokasi-lokasi pengungsian (berikut kelengkapan pendukung) yang ada di tingkat Kota/Kabupaten Administrasi, kecamatan, dan kelurahan. Posko itu akan siaga, sehingga dapat diaktifkan apabila terjadi bencana.

“Keenam, melakukan review terhadap rencana kontijensi penanggulangan banjir di Provinsi DKI Jakarta. Yang terakhir, ketujuh, melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, para Wali Kota/Bupati, dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menjalin kolaborasi dalam penanggulangan bencana,” jelasnya.

Isnawa mengungkapkan, upaya mitigasi struktural juga telah disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam menghadapi musim hujan.

Salah satunya dengan mengeruk atau pengurasan saluran, kali, sungai, dan waduk melalui kegiatan Gerebek Lumpur.

Bahkan, Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta pun mempercepat penyelesaian program pengendalian banjir 942 Project, yakni pembangunan 9 sistem polder, 4 waduk, serta 2 revitalisasi sungai. 

Melalui Kementerian PUPR, pemerintah pusat sedang mempercepat pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi yang ditargetkan selesai pada tahun ini.

“Nantinya bendungan itu dapat mereduksi banjir yang terjadi di aliran Sungai Ciliwung,” ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved