Pilpres 2024

Peneliti SMRC: Dipasangkan dengan Siapapun, Puan Maharani Bisa Kurangi Suara Pasangannya

Calon wakil presiden, kata dia, menjadi penting apabila persaingan suara antar-kandidat presiden sangat ketat.

Editor: Yaspen Martinus
Humas DPR RI
Saidiman Ahmad, peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan, dalam pemilihan presiden (pilpres), publik sebetulnya hanya melihat calon presiden. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Saidiman Ahmad, peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan, dalam pemilihan presiden (pilpres), publik sebetulnya hanya melihat calon presiden.

Calon wakil presiden, kata dia, menjadi penting apabila persaingan suara antar-kandidat presiden sangat ketat.

Namun, kata dia, menjadi bermasalah apabila nama Puan Maharani masuk ke dalam jajaran calon wakil presiden.

Puan, kata Saidiman, meski tingkat keterkenalannya mencapai 70 persen, namun tingkat kedisukaannya hanya 48 persen.

"Jadi tingkat resistensinya sangat kuat."

"Kalau calon wakil presidennya Puan Maharani, dipasangkan dengan siapapun, itu bisa mengurangi suara pasangannya."

Baca juga: Gus Choi: Cari Kelemahan Anies Enggak Ketemu, Mereka Akhirnya Bikin Fitnah Intoleran

"Itu yang bermasalah," ulas Saidiman, dalam diskusi di kanal YouTube Inilahcom, Selasa (15/11/2022).

Menurutnya, sejumlah nama masuk dalam jajaran calon wakil presiden potensial, yang tidak akan menambah atau mengurangi suara dari pasangan yang akan didampingi.

Ia mencontohkan Airlangga Hartarto apabila dipasangkan dengan Ganjar Pranowo, Agus Harimurti Yudhoyono apabila dipasangkan dengan Anies Baswedan, dan Muhaimin Iskandar apabila dipasangkan dengan Prabowo Subianto.

"Tetapi khusus dengan Puan, karena tingkat resistensi begitu tinggi, itu bermasalah kalau dia dipasangkan dengan siapapun," beber Saidiman. (Gita Irawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved