Pendidikan
Dinilai Banyak Manfaat yang Dirasakan, Ini Kata Para Kepala Sekolah yang Telah Menerima Dana BOS
Banyak manfaat yang dirasakan oleh satuan pendidikan dari dana BOS yang sudah digelontorkan oleh pemerintah.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Banyak manfaat yang dirasakan oleh satuan pendidikan dari dana BOS yang sudah digelontorkan oleh pemerintah.
Kepala SMP Negeri 1 Seirit, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Nyoman Armaja merasa sangat terbantu dengan adanya kenaikan satuan biaya dana BOS. Dari situ, Nyoman dapat mengalokasikan sebagai tambahan biaya operasional sekolahnya.
“Selain itu, karena satuan pendidikan di SMP hanya memiliki satu sumber biaya operasional yaitu BOS, sehingga kenaikan biaya BOS memiliki pengaruh yang signifikan dalam pelaksanaan program sekolah,” ungkapnya seperti dikutip keterangan resmi, Kemendikbud, Kamis (10/11/2022).
Hal senada juga disampaikan Kepala SMA Negeri 20 Maluku Tengah Zainab Latuconsina, menyebutkan jika bantuan dana BOS sangat membantu pihak sekolah.
Apalagi, bantuan tersebut tidak melalui birokrasi yang berbelit-belit sehingga pencairannya pun cepat dan tepat waktu.
Dikemukakan Zainab, kebijakan pemerintah yang mengubah besaran satuan dana BOS sesuai dengan tingkat kemahalan suatu daerah patut diapresiasi.
“Perubahan ini sangat membantu pihak sekolah karena biaya pada tiap-tiap daerah tidak sama, tergantung jarak jauh dekatnya dengan kota, kabupaten, atau provinsi. Selain itu, penggunaan dana BOS lebih fleksibel dan tidak merugikan pihak sekolah dalam pengelolaannya, karena tidak ada intervensi dari pihak lain,” kata Zainab.
Kepala SMA Negeri 1 Jempang, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Eduardus Bala juga menyampaikan, jika penyaluran langsung dana BOS ini merupakan langkah yang paling pas untuk para tenaga pendidik di setiap sekolah. Hal tersebut karena mereka bisa meminimalisir kesulitan sekolah dalam operasional.
“Ketika masih lewat kas daerah, prosedurnya panjang karena banyak administrasi yang harus dilakukan. Namun untuk penyalurannya memang tidak selalu tepat waktu di awal bulan tiap tahapan, sehingga sekolah kami tetap harus mengajukan pinjaman ke pihak ketiga untuk operasional yang tidak bisa ditunda. Tapi sistem yang baru ini dimana pencairannya langsung ke kita ini sangat memudahkan kami,” ujar Eduardus.
Sementara itu, Kepala SD Inpres Lowu, Kabupaten Minahasa Tenggara, Christina Deasy Montol juga mengatakan, hal serupa jika penyaluran dana BOS langsung ke rekening satuan pendidikan sangat membantu pihaknya.
Pihak sekolah juga dapat mencairkan langsung melalui bank yang telah ditunjuk sehingga lebih efisien terhadap waktu.
“Sekolah lebih mudah dalam bertransaksi dengan penyedia lokal maupun lewat Siplah. Kami juga sangat terbantu dengan kenaikan biaya sesuai dengan wilayah karena di setiap daerah memiliki kemahalan yang berbeda-beda,” ungkapnya.
Beberapa kepala sekolah lainnya juga turut memberikan dukungan transformasi dana BOS. Kepala SDN Sermong, Kabupaten Sumbawa Barat, Surdianah dan Kepala SDN 216 Maluku Tengah, Saleh, sama-sama menuturkan, jika penyaluran dana BOS langsung ke rekening sekolah sungguh membantu satuan pendidikan tanpa harus menunggu lama.
Dikatakan mereka, dana BOS sekarang juga lebih fleksibel untuk dipakai sesuai kebutuhan sekolah, terutama membeli perlengkapan pendukung PTM Terbatas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Seorang-guru-SD-sedang-mendampingi-para-siswa-yang-mengikuti-materi-pelajaran.jpg)