Pilpres 2024
Sinyal Dukungan Jokowi kepada Prabowo Dinilai Melanggar Etik
Sebab, katanya, ucapan Jokowi tersebut menunjukkan semacam dukungan pada calon presiden berikutnya.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti menilai, dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Pilpres 2024, melanggar etik.
Sebab, katanya, ucapan Jokowi tersebut menunjukkan semacam dukungan pada calon presiden berikutnya.
"Tentu saja sangat melanggar etik, karena perkataannya jelas menunjukkan semacam endorsement pada calon presiden berikutnya," kata Bivitri, Selasa (8/11/2022).
Baca juga: DAFTAR Lengkap PPKM Jawa-Bali Hingga 21 November 2022: Masih Bertahan di Level 1
Ia menambahkan, banyak elite partai yang mengatakan ucapan Jokowi sekadar basa-basi. Namun, jelas Bivitri, di situ lah letak etik bagi penyelenggara negara.
Dalam berkomentar, bagi seorang penyelenggara negara, tutur Bvitri, ada batas-batas etiknya. Sebab, ucapan ini bakal berpengaruh pada situasi politik, bahkan kebijakan.
"Memang ada sebagian yang pasti akan bilang itu hanya basa basi."
Baca juga: Jokowi Bilang Presiden 2024 Jatahnya Prabowo, Waketum Gerindra: Kita Aminkan, Semoga Jadi Kenyataan
"Tapi justru di situ letak etik bagi penyelenggara negara, dalam keseharian, dalam berkomentar, ada batas-batas etik yang tinggi."
"Karena setiap perkataan seorang penyelenggara negara, apalagi presiden, bisa berpengaruh pada situasi politik, bahkan kebijakan," ulasnya.
Dukungan Jokowi kepada Prabowo, papar Bivitri, menjelaskan hal tersebut bisa saja kelihatan remeh, tapi ada dua konteks makna di baliknya.
Baca juga: Jokowi Segera Siapkan Calon Panglima TNI Pengganti Jenderal Andika Perkasa
"Pertama, dalam negosiasi politik yang sekarang ini tengah dilakukan."
"Kedua, kebijakan yang mungkin harus atau akan diambil terkait dengan putusan MK mengenai menteri yang nyapres atau nyaleg," bebernya.
Ucapan Jokowi ini ia nilai seakan-akan Indonesia bukan lagi negara demokrasi, tetapi monarki. Sebab, penguasa selanjutnya harus disetujui oleh penguasa yang sekarang.
Baca juga: Indonesia Sediakan Kendaraan Lapis Baja untuk Tujuh Kepala Negara Peserta KTT G20
Juga, tindakan ini seakan-akan menunjukkan pihaknya mau bergantian dalam menduduki kursi kepemimpinan.
"Karena Prabowo kan dulu rival jokowi, jadi ganti-gantian saja."
"Sangat elitis, hanya siapa di lingkaran itu yang bisa ganti menggantikan," ucap Bivitri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/menhan-prabowo-subianto-dengan-presiden-jokowi.jpg)