Minggu, 12 April 2026

BPK Surati Prabowo Subianto, Minta Anggaran Komponen Cadangan Dikoreksi

Anggota 1 BPK Nyoman Adhi Suryadnyana mengatakan, koreksi tersebut hanya bersifat administratif.

YouTube@Sekretariat Presiden
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyurati Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, terkait koreksi anggaran komponen cadangan (Komcad). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyurati Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, terkait koreksi anggaran komponen cadangan (Komcad).

Anggota 1 BPK Nyoman Adhi Suryadnyana mengatakan, koreksi tersebut hanya bersifat administratif.

“Pelaksanaan secara bertahap ini ada beberapa koreksi terkait dengan pelaksanaannya, tapi koreksi bersifat administratif,” katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/11/2022).

Koreksi tersebut, kata dia, sudah ditindaklanjuti oleh Kementerian Pertahanan. Menurutnya, perbaikan laporan sedang diproses oleh Kemenhan.

“Bisa, bisa diperbaiki. Itu sedang proses. Kan perbaikan ini ada waktunya. Tahun depan pun kita juga masih bisa mengaudit kembali,” tuturnya.

Nyoman mengatakan, komponen cadangan akan dianggap bagus dan kuat saat bisa melindungi negara dari ancaman, baik dari dalam dan dari luar.

Baca juga: Kasus Gangguan Ginjal Akut dan Angka Kematian Menurun Sejak Penggunaan Obat Sirop Dilarang Sementara

Masyarakat menurutnya boleh, wajib, dan punya hak untuk menjadi Komcad. Hal itu diatur dalam UUD pasal 27 dan 30, juga ada peraturan terkait UU 39/2002 dan 2019.

“Kurang lebihnya komponen cadangan itu begini, jadi negara dalam melakukan perlindungan bukan hanya militer, tapi militer, pemerintah, dan rakyat."

"Nah, Komcad ini dianggarkan oleh Kemenhan, namun bertahap,” paparnya. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved