Faktor Harga Tidak Jaminan Ampuh untuk Pengobatan Ikan Guppy, Rio: Solusinya Eksperimen

Jangan bingung mengetahui obat yang sesuai atau ampuh untuk pengobatan ikan Guppy atau Gepi ketika sakit, solusinya adalah dengan melakukan eksperimen

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Rendy Rutama
Pemilik Biyu Fish Farm, Rio, yang memiliki lokasi budidaya pribadi di Jalan Buni, Gang Melon No.57, RT.7/RW.4, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (30/10/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPAYUNG - Jangan bingung mengetahui obat yang sesuai atau ampuh untuk pengobatan ikan Guppy atau Gepi ketika sakit, solusinya adalah melakukan eksperimen.

Hal itu disampaikan owner Biyu Fish Farm, Rio, yang memiliki lokasi budidaya pribadi di Jalan Buni, Gang Melon No.57, RT.7/RW.4, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur. 

Beberapa pemula kerap salah dan bingung untuk memilih pengobatan yang sesuai, sehingga tidak jarang hewan peliharaannya tersebut mati karena salah pemberian obat.

Pria yang kerap disapa dengan nama Bang Rio tersebut juga menyampaikan jangan terpaku karena melihat, hingga mendengar obat harga fantastis untuk menyembuhkan sakit ikan peliharaannya.

Baca juga: Dhena Devanka Bangkit Setelah Cerai dari Jonathan Frizzy, Ikut Gabung dengan Komunitas Antipelakor

Kondisi tubuh yang dimiliki dari setiap ikan peliharaan satu dengan yang lain memiliki perbedaan.

"Ada ikan sakit karena penyakit di luar diberikan obat yang penyakit dalam, nah itu contohnya ada penyakit parasit diberikan obat jamur, ada penyakit kembung diberikan obatnya bukan itu, jadi itu faktornya, karena hanya melihat dari harga," kata Rio, Minggu (30/10/2022).

Maka dari itu, untuk meminimalisir kejadian serupa, Rio menegaskan perlunya lakukan eksperimen penggunaan obat secara pribadi, tentunya perlu juga menguarkan kocek perkiraan dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000.

"Contohnya kita harus mencari ikan dalam kondisi sakit di para petani atau peternak ikan, lalu kita praktik memilih obat dengan eksperimen ragam obat yang sebelumnya telah didapat," lugasnya.

Baca juga: Jonathan Frizzy Belum Sah Cerai dengan Dhena Devanka, Benarkah Masih Menunggu Putusan Kasasi di MA?

Awalnya, siapkan 10 ikan yang sakit, kemudian tempatkan di sebuah baskom, lalu cocokkan dengan satu jenis obat, namun kondisi dosis yang berbeda satu persatu.

Setelahnya dalam hitungan hingga lebih kurang 10 jam, karena setelah melewati perkiraan waktu, pemelihara dapat melihat kondisi ikan yang kemudian sehat, maupun tidak. 

"Apabila kita melihat ikan tersebut baik karena obat tersebut, ke depannya kita harus menggunakan rutin obat itu," imbuhnya.

Menurut Rio, pengecekan antisipasi obat dalam durasi hingga 10 jam tersebut terbagi menjadi tiga tahapan, per dua jam, per dua jam, dan per enam jam.

Perlu diketahui juga, setiap perpindahan waktu tahapan, ikan itu jangan diberikan pakan karena akan menganggu efektivitas kerja obat.

"Dua jam pertama lakukan dosis seujung sendok per satu liter air, dan kemudian direndam, dua jam kedua lakukan hal serupa, setelah empat jam, pindahkan ke media atau tempat pengobatan yang berbeda, tentu hanya setengah dosis dari tahapan satu dan dua," ujar Rio.

Setelah itu semua dilakukan, jangan terlalu terburu-buru mengetahui hasil pengobatan, sebab kerja obat kepada ikan tersebut memakan waktu hingga berhari-hari.

"Wajib sabar kalau seumpama obat itu tidak sempurna, baru diberikan penanganan langsung sembuh itu tidak akan mungkin seperti itu, jadi butuh waktu hingga satu sampai dua hari," ujarnya. M37

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved