Reshuffle Kabinet

Minta Pihak Luar Tak Pengaruhi Jokowi Soal Reshuffle, Sekjen NasDem: Negara Ini Banyak Tantangan

Johnny menambahkan, pihaknya tak terpikir untuk meninggalkan atau mengundurkan diri dari kabinet pemerintahan Presiden Jokowi.

Editor: Yaspen Martinus
Ist
Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate mengingatkan pihak-pihak di luar Istana, jangan mempengaruhi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate mengingatkan pihak-pihak di luar Istana, jangan mempengaruhi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet.

"Itu hak prerogatif Presiden. Bapak Presiden yang punya kewenangan, jangan berusaha mempengaruhi di luar konteks, negara ini masih banyak tantangan," ujar Johnny di Bina Graha, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2022).

Johnny menambahkan, pihaknya tak terpikir untuk meninggalkan atau mengundurkan diri dari kabinet pemerintahan Presiden Jokowi.

Terpisah, Wakil Ketua Umum (Waketum) NasDem Ahmad Ali mengatakan, perombakan kabinet atau reshuffle merupakan kewenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu menanggapi wacana reshuffle setelah NasDem mendeklarasikan Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024.

"Reshuffle itu kewenangan presiden, reshuffle kabinet itu adalah hak prerogatif beliau," kata Ali kepada wartawan, Kamis (13/10/2022).

Baca juga: DAFTAR 14 Rumah Sakit Rujukan Pasien Gangguan Ginjal Akut, di Jakarta Ada Dua

Ali menegaskan keputusan NasDem mendeklarasikan Anies sebagai capres tak memiliki kaitan dengan komitmen partainya mengawal pemerintahan Jokowi-Maruf.

"Jadi bagi kami selau melihat apa yang dilakukan Partai NasDem dalam keputusan mengusung Anies, adalah hal yang berbeda dengan ritme politik yang dibangun sejak 2019 kemarin," tuturnya.

Karenanya, Ali meyakini jika Jokowi kemudian melakukan reshuffle, bukan karena keputusan NasDem mendeklarasikan Anies.

Baca juga: Tegaskan PDIP Belum Umumkan Capres, Sekjen: Restu Itu Nanti

"Tentunya, saya yakin kalaupun ada reshuffle bukan karena alasan Anies. (Saya) selalu berpikir bahwa reshuffle kebutuhan organisasi," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, rencana perombakan kabinet atau reshuffle selalu ada.

Hal itu dikatakan Jokowi, menjawab kemungkinan adanya reshuffle setelah NasDem mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres 2024.

Baca juga: KPK Belum Bisa Periksa Gubernur Papua Lukas Enembe, Firli Bahuri: Kami Sangat Menjunjung Tinggi HAM

“Rencana selalu ada,” ucap Jokowi usai meninjau proyek kereta cepat di Bandung, Jawa Barat, Kamis.

Menurut Jokowi, rencana tersebut nantinya akan diputuskan apakah akan dilakukan atau tidak.

“Pelaksanaannya nanti diputuskan,” ujarnya. (Reza Deni)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved