Komisi III DPR Bakal Panggil Jaksa Agung dan Jampidsus Terkait Kasus Impor Baja

Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil angkat bicara terkait aksi demonstrasi di Kejaksaan Agung (Kejagung)

Istimewa
Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil berencana memanggil kejagung dan jampidsus terkait kasus korupsi impor baja 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil angkat bicara terkait aksi demonstrasi di Kejaksaan Agung (Kejagung) yang mempertanyakan kenapa mantan Direktur Impor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Veri Anggrijono, belum juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus impor baja yang disebut telah merugikan negara sebesar Rp 23,6 Triliun

"Harapan kita mudah-mudahan unjuk rasa yang dilakukan oleh para demonstran di Kejagung, itu diharapkan menjadi perhatian, di satu sisi memang aparat penegak hukum tidak boleh  didikte oleh pengunjuk rasa. Sebab hukum itu ya tetap hukum, di satu sisi penegak hukum harus berdiri di atas hukum, oleh karena itu kalau ada dugaan-dugaan itu ya harus dijawab," ujar Nasir kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/10/2022). 

Menurut Nasir, Kejagung harus segera merespon apa yang disampaikan para demonstran.

Baca juga: Zulhas Akan Sikat Mafia Impor Baja, KASN Sarankan Buat Majelis Kode Etik Periksa Plt Dirjen Daglu

"Supaya tidak menimbulkan dugaan miring kepada penyidik (Jampidsus), karena ada kesan misalnya oleh masyarakat (ada) tebang pilih dan lain sebagainya. Jadi sebenarnya, kalau pandangan saya, kita tunggu saja bagaimana Kejaksaan Agung merespon para pengunjuk rasa itu. Apakah mereka, ya satu-satu mungkin ya dilakukan upaya untuk menetapkan status hukum seseorang itu," ungkapnya.

Lanjut Anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini menerangkan kemungkinan setelah ini ada penetapan status tersangka lainnya, selain yang sudah ditetapkan saat ini.

"Kadang-kadang sering kita lihat seperti itu. Dan sebenarnya (demonstran) bisa diwakili oleh Kapuspenkum, menerima (perwakilan) pengunjuk rasa itu, perwakilan unjuk rasa sebaiknya diterima, untuk mendengar apa sih yang mereka sampaikan itu. Apakah yang mereka sampaikan itu memang sesuatu yang sedang dilakukan oleh Kejaksaan, atau seperti apa...? Begitu," paparnya.

Baca juga: Rugikan Negara Rp23,6 T, PB KAMI Minta Kejagung Tak Tebang Pilih di Kasus Korupsi Impor Baja

Soal keterlibatan pihak lainnya hingga masalah dugaan keterlibatan aparat hukum, Nasir meminta semua pihak menunggu.

"Makanya saya katakan kan tunggu saja, karena memang korupsi ini kan tidak mudah sebenarnya untuk mengusutnya. Makanya agak lama memang (pengusutan) kasus korupsi itu, dibandingkan dengan kasus pidana-pidana umum. Karena ini menyangkut aliran uang kemana? Kemana? Dan lain sebagainya. Jadi dalam pandangan saya sih tunggu saja, apakah dan bagaimana penyidik merespon para pengunjuk rasa itu," ulas Nasir.

Ketika ditanyakan Komisi III apakah akan memanggil Jaksa Agung dan Jampidsus dalam waktu dekat ini? Anggota DPR RI yang menjabat 4 periode ini mengungkapkan kemungkinan besar akan dilakukan.

"Kalau menurut saya memang, kemungkinan besar di masa sidang yang akan datang, dalam rapat kerja dengan Jaksa Agung akan kita konfirmasi apa yang disampaikan oleh para pengunjuk rasa, terkait dengan kasus yang ditangani oleh Jaksa Agung itu soal impor baja," kata Nasir.

Kembali Datangi Kejagung

Sementara itu Pengurus Besar Komunitas Aktivis Muda Indonesia (PB KAMI), kembali mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menuntut supaya bersikap adil dan menjunjung tinggi asas persamaan semua orang di hadapan hukum (equality before the law) dalam penanganan kasus dugaan korupsi impor besi dan baja, Kamis (20/10/2022). 

Sebelumnya, Rabu (5/10/2022) pekan lalu mereka juga menggelar aksi serupa guna meminta Kejagung menetapkan Veri Anggriyono, Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag sebagai tersangka kasus dugaan korupsi impor besi dan baja.

Alasannya, Veri Anggrijono sebagai pihak yang menyetuji kebijakan impor besi dan baja dari negeri China yang berujung korupsi.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved