Minggu, 10 Mei 2026

Polisi Tembak Polisi

Versi Kamaruddin, Brigadir Yosua Lari Keluar Kamar saat Putri Candrawathi Memancing Berbuat Mesum

Kamaruddin Simanjuntak menyebut justru menyebut Brigadir Yosua digoda oleh Putri saat mereka berada di dalam kamar.

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
Warkotalive.com/Ramadhan LQ
Putri Candrawathi kenakan baju tahanan saat resmi ditahan Bareskrim Polri pada Jumat (30/9/2022). Putri menuding Brigadir J melakukan pelecehan seksual kepada dirinya 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyebut bahwa tudingan adanya pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir Yosua di Magelang tidak masuk akal.

Kamaruddin menyebut, dari penjelasan dalam eksepsi pihak Putri Candrawathi, ada sejumlah kronologi yang janggal.

Alih-alih ada tindakan pelecehan seksual, Kamaruddin justru menyebut Brigadir J digoda oleh Putri saat mereka berada di dalam kamar.

Namun, saat itu Brigadir J menolak dan memilih keluar dari kamar.

“Peran Putri pertama menggoda Yosua, menggoda supaya dia diperkosa tapi nggak kesampaian,” kata Kamaruddin Simanjuntak dikutip dari YouTube tvOneNews, Selasa, (18/10/2022).

Menurutnya, Brigadir J memutuskan keluar dari kamar dalam keadaan kacau usai mendapatkan godaan itu.

Ia dilanda kebingungan dan rasa gusar.

Baca juga: Panggil Yosua usai Kesuciannya sebagai Istri Dirampas, Putri Candrawathi: Saya Ampuni Perbuatanmu

Baca juga: Kronologi Pelecehan Versi Eksepsi: Putri Candrawathi Tak Berdaya saat Brigadir J Melucuti Bajunya

Dirinya juga mengungkap alasan kenapa Kuat Maruf melihat Brigadir J berlari dari kamar Putri Candrawathi, yakni karena mengikuti saran dari pendeta.

“Kalau kamu digoda wanita yang tidak kamu kehendaki, kamu berlari, bukan mendekat.

Nah Yosua sudah benar, dia berlari keluar menurut pengakuan mereka di eksepsinya,” jelas dia.

Setelah itu, lanjut dia, Putri Candrawathi melakukan hal tak lazim dilakukan oleh korban kekerasan seksual.

“Yang kedua, fakta perbuatan dia. Dia mengundang lagi Yosua ke kamar tidurnya, ini kan tidak lazim,” jelas dia.

Baca juga: SADIS, Ferdy Sambo Tembak Kepala Belakang saat Brigadir J Sudah Tak Berdaya, Tembus ke Hidung

Kemudian peran Putri Candrawathi yang ketiga, yakni menyuap para saksi, LPSK, dan lembaga lainnya.

“Kemudian perbuatan berikutnya menelepon suaminya, mengatakan almarhum Yosua kurang ajar.

Kurang ajar itu kan kesimpulan, harusnya ada fakta-fakta, apa sih kurang ajarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved