Antisipasi Sampah yang Longsor, Pemkab Bekasi akan Perluas Lahan TPA Burangkeng

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan dalam waktu dekat merealisasikan perluasan TPA Burangkeng di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan dalam waktu dekat akan merealisasikan perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, SETU - Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan dalam waktu dekat merealisasikan perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Hal itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi sampah-sampah yang longsor di empat zona akibat tak mampu lagi menampung beban volume sampah.

"Penganggaran lahan baru bisa di tahun 2023, tetapi diharapkan bisa dimanfaat dulu lahannya akhir tahun ini, sudah ada kesepakatan dengan warga yang punya lahan," tutur Dani saat tinjauan di lokasi.

Baca juga: Dinkes Karawang Catat HIV/AIDS Bertambah 799 Kasus Selama Tiga Tahun Terakhir

Sebelum bisa direalisasikan, warga pemilik lahan meminta Pemkab Bekasi untuk terlebih dahulu mendiskusikan mengenai harga lahan yang nantinya akan dibayarkan kepada mereka pada 2023 mendatang.

Berdasarkan informasi, lahan tersebut memiliki luas kurang lebih 2,1 hektar yang dimiliki oleh 17 orang ahli waris.

"Dengan catatan sudah ada kesepakatan mengenai harga, ada pengukuran dulu dengan BPN. Sekarang kami kumpulkan dulu dokumen tanah punya warga yang akan dibebaskan. Minggu depan kalau sudah ada lalu akan kami langsung undang BPN. Kalau audah ada kesepakatan harga lahan ini bisa segera digunakan sehingga longsor sampah ini tidak terjadi. Paling tidak sampai akhir tahun 2023," katanya.

Baca juga: Laman Resmi BPKD Kabupaten Bekasi Belum Bisa Diakses Setelah Diretas Judi Online

Sedangkan untuk jangka panjangnya, lahan di TPA Burangkeng direncanakan bakal ditambah seluas 5 hektar. Pelebaran di lakukan di wilayah yang berbatasan antara Kabupaten dan Kota Bekasi.

"Untuk 2024 kami akan ada pembebasan lahan ke area perbatasan Kota Bekasi sebesar 5 hektar. Akan kami kaji dulu, pertama kajian jalan, kedua sungai karena ada dua sungai, kalau dimungkinkan dibelokkan kami belokkan sehingga enggak jatuh sampahnya ke sungai," ujar Dani.

Lahan itu nantinya akan dipergunakan untuk membuat teknologi Refused Derived Fuel (RDF) yang dikerjasamakan dengan pihak swasta, dalam hal ini PT Indoncement.

"Harapannya lahannya nanti untuk unit pengolahan sampah. Nanti disana disiapkan teknologi sehingga sampahnya bisa dimanfaatkan untuk apapun. Tapi sekarang teknologi komunikasi dengan Indocement ini bisa digunakan RDF bahan bakar untuk pabrik semen. Tapi memang butuh lahan untuk perluasan," katanya.

Namun demikian, pihaknya masih membutuhkan anggaran untuk pengadaan mesin pencacah plastik. Pemkab Bekasi nantinya akan mencari investor lain yang bersedia untuk diajak kerjasama mengenai hal tersebut.

"Mereka maunya ngambil sampah yang sudah dicacah, makanya kami butuh modal untuk mesin pencacah. Ternyata mesin ini tidak murah, miliaran harganya. Makanya kami butuh cari investor lagi untuk pengadaan mesin pencacah itu," tutur Dani. (abs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved