Pandemi Virus Corona

Terungkap, Pemprov DKI Jakarta Dapat Penghargaan dari Kemenkes karena Paling Sigap Atasi Pandemi

Jika daerah lain kesulitan mengatasi pandemi virus corona, lain halnya dengan Pemprov DKI Jakarta yang sukses meredamnya.

Terungkap, Pemprov DKI Jakarta Dapat Penghargaan dari Kemenkes karena Paling Sigap Atasi Pandemi
warta kota/leonardus wical
Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, dr Ngabila Salama, mengatakan Pemprov DKI mendapat penghargaan dari Kemenkes RI karena sukses mengatasi pandemi virus corona.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta di bawah kendali Anies Baswedan dianggap berhasil mengatasi pandemi virus corona.

Demikian diungkapkan Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, dr Ngabila Salama, terkait beberapa capaian Anies Baswedan dalam mengendalikan kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

"Jadi per tanggal 23 Januari 2020, kami langsung membentuk 24 hours crisis center. Di mana layanan tersebut masih aktif hingga saat ini," ujar Ngabila saat dihubungi wartakotalive.com, Sabtu (8/10/2022).

Kemudian, per tanggal 6 Maret 2020, Ngabila menginformasikan bahwa pihaknya telah menayangkan situs corona.jakarta.go.id serta membentuk Tim Tanggap Covid-19.

Ngabila mengatakan bahwa DKI Jakarta menjadi provinsi pertama yang menerapkan pembatasan sosial untuk mencegah Covid-19.

Lalu, untuk percepatan vaksinasi Covid-19, Ngabila menginformasikan bahwa kini telah ada 10,7 juta warga DKI Jakarta yang memperoleh dosis lengkap, dan sebanyak 4,4 juta masyarakat sudah menerima vaksin booster.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Gelar Jakarta Marathon, Bentuk Optimisme Bangkit dari Pandemi Virus Corona

"Kami juga mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), untuk penanganan Covid-19 paling sigap," ucap Ngabila.

Selain itu, ada pula perlindungan terhadap kelompok rentan melalui program bantuan sosial dan keringanan pajak.

Kemudian, pemanfaatan digitalisasi dalam mengatasi pandemi Covid-19 juga masih dilakukan.

Baca juga: Pandemi Virus Corona Mereda, Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Meroket, Akhir Pekan Mall Penuh Orang

"Sebagai contoh dashboard pemantauan oksigen dan pendaftaran vaksinasi melalui aplikasi JAKI," kata Ngabila.

Terkait dengan perawatan, Ngabila mengklaim bahwa untuk Bed Occupation Rate (BOR) di DKI Jakarta masih yang terbaik.

Lalu, untuk kapasitas testing PCR di ibu kota, memang pernah hingga mencapai 30 kali dari standar minimal World Health Organization (WHO).

Apabila berbicara mengenai status pandemi Covid-19, Ngabila menegaskan bahwa itu merupakan wewenang dari WHO global.

Baca juga: Pemilik Warteg di Ciputat Sedih Melihat Kondisi ACT, Merasa Terbantu saat Pandemi Virus Corona

"Jadi terminologi yang menetapkan pandemi Covid-19 itu kan WHO, berarti yang berhak mencabut status juga dari WHO dong," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved