Errina Perajin Batik Tulis Berharap Masyarakat Dapat Mencintai dan Menghargai Produk Lokal

Errina, perajin batik tulis berharap agar masyarakat dapat mencintai dan menghargai produk lokal agar dapat bersaing di tengah perkembangan zaman.

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Errina, perajin batik tulis berharap agar masyarakat dapat mencintai dan menghargai produk lokal agar dapat bersaing di tengah perkembangan zaman yang dikatakan ketika membatik di acara Pesona Batik Nusantara, Grand Metropolitan Bekasi, Kamis (6/9/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM KALIMALANG - Berawal dari keinginan untuk ikut serta melestarikan warisan budaya batik, Errina (51) memutuskan untuk mengikuti pelatihan membatik di Rumah Batik Palbatu, Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Bergabung sejak tahun 2015, perempuan asal Tapanuli Selatan ini mengungkapkan bahwa sebenarnya dirinya tidak bisa menggambar ataupun sangat asing sekali tentang membatik.

"Pertama kali saya memang tidak bisa menggambar, ketika zaman dahulu saat dibangku Sekolah Dasar (SD) saja hanya menggambar gunung sawah saja kurang bisa. Lalu, saya berpikir bagaimana pun setidaknya saya bisa membuat pola atau motif. Terlebih saat ini sebenarnya banyak yang bisa ditiru, dan berawal dari itu saya pelan-pelan bisa menggambar," ucap Errina.

"Pada awalnya saya hanya sebagai ibu rumah tangga saja, terus ada pelatihan dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian terus kami ikuti pelatihan tersebut. Pada tahun 2016 lalu kami ikut belajar bagaimana menjadi perajin batik," imbuh dia.

Kepada Wartakotalive.com, Errina menjelaskan bagaimana tahapan membuat batik tulis.

"Persiapannya harus ada kain untuk digambar atau dipola, nanti setelah digambar atau dipola terus menggunakan canting tulis dengan malam panas. Dicanting itu kan untuk membatasi atau merintangi. Usai dicanting nanti gambar yang sudah dipola kain itu baru masuk diproses pewarnaan, kami di Rumah Batik Palbatu itu menggunakan pewarna remasol atau tekstil nanti setelah diwarna baru kami jemur sebentar," jelas dia.

"Setelah dijemur sebentar baru kami kunci menggunakan bahan kimianya itu namanya Water Glass. Setelah itu, melepaskan malam dengan direbus kain tersebut. Usai direbus, baru disebut kain batik dengan prosesnya harus dicanting dengan malam panas menggunakan canting tulis atau canting cat," tambah dia.

Menurutnya, proses membatik membutuhkan waktu yang beragam sesuai tingkat kesulitan motif dan besarnya ukuran kain.

Baca juga: Ayah Kenang Guyon Mendiang Korban Kanjuruhan Ingin Undang Jokowi di Pesta Pernikahan

"Kalau dasarnya itu ukuran basic 35x35 cm, bisa membutuhkan waktu satu setengah jam atau dua jam sudah selesai dari awal sampai akhir. Kalau mencanting itu tergantung motifnya ada yang motifnya rapat atau banyak ada yang simpel. Terus cara mencanting juga ada yang sabar dan tidak, kalau mencanting 35x35 cm dengan gambar simpel membutuhkan waktu 25 menit saja," ucap dia.

Errina melanjutkan, koleksi batik di Rumah Batik Palbatu adalah batik tulis dan cap

"Ada batik tulis dan batik cap, kalau segi harga itu berbeda ya tergantung dari motifnya ini, kalau batik cap itu memang tetap menggunakan malam juga tapi cantingnya menggunakan canting cap. Kalau canting cap bahannya dari tembaga, ada yang dari kertas tebal juga bisa biasanya yang menggunakan namanya Pak Budi," ucap dia.

Ia mengungkapkanayoritas masyarakat awam mengatakan bahwa batik itu sebagai model. Padahal sebenarnya, membatik itu adalah prosesnya.

Baca juga: Sakit Kanker Paru-paru Jadi Penyebab Pengunduran Diri Mohamad Taufik dari Partai Gerindra

"Yang dibilang batik itu kebanyakan motif, padahal sebenarnya prosesnya namanya membatik. Kalau batik print, kain bermotif batik. Bedanya kalau yang tulis pewarnaannya itu hasil depan dan dalamnya sama. Tetapi kalau print itu depan lebih terang dan di dalamnya pudar hanya bayang-bayang. Jadi, hanya satu sisi saja. Bahwa kain yang sebenarnya batik tulis atau batik cap itu prosesnya memang harus menggunakan malam panas," jelas dia.

Adapun salah satu hal yang membedakan antara batik tulis dan batik print. Batik tulis mengeluarkan aroma malam yang begitu kuat.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved