Platform inDriver Fasilitasi Mitra Pengemudi Jadi Peserta Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

inDriver memfasilitasi para mitra pengemudi untuk mengikuti Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dalam sektor Bukan Penerima Upah.

Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Sejumlah pengemudi inDriver secara simbolis menerima kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan di inDriver Lounge, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022). Platform inDriver memfasilitasi para mitra pengemudinya untuk didaftarkan menjadi peserta Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dalam sektor Bukan Penerima Upah (BPU). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Platform layanan transportasi online yakni inDriver menandatangani perjanjian kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait inisiatif untuk membantu pengemudi bergabung dalam program jaminan sosial.

Melalui kerja sama ini, inDriver memfasilitasi para mitra pengemudi yang berminat untuk mengikuti Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dalam sektor Bukan Penerima Upah (BPU).

Country Driver Acquisition Team Leader inDriver Dini Dwi Santria mengatakan dengan mengikuti Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, para mitra pengemudi inDriver akan menerima santunan berdasarkan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Program Jaminan Kematian (JKM) jika terjadi kecelakaan.

“Pengemudi dapat memperoleh benefit yang maksimal, beberapa diantaranya biaya pengobatan yang tidak terbatas hingga pulih atau no limit, beasiswa anak, serta santunan terhadap keluarga,” ungkap Dini di inDriver Lounge, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022).

Dini menambahkan, dengan kerja sama ini nantinya para mitra pengemudi inDriver yang berminat untuk mengikuti program tersebut dapat mendaftar kapan saja dan dimana saja melalui formulir khusus yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan inDriver.

Setelah kepesertaan terdaftar, pengemudi akan menerima manfaat jaminan sosial berdasarkan ketentuan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) hanya dengan melakukan pembayaran iuran Rp 16.800 per bulan.

“Iuran ini akan dibayarkan secara mandiri oleh pengemudi setiap bulannya dengan harapan tertib administrasi, sehingga jika terjadi resiko kerja proses pencairan manfaat perlindungan akan sangat mudah. Program ini dapat diakses oleh seluruh pengemudi inDriver di lebih dari 50 kota di Indonesia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta Zayn Setiadi mengatakan, dengan adanya kolaborasi antara inDriver dengan BPJS Ketenagakerjaan dapat memperluas jumlah peserta yang memang menjadi salah satu upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk menjamin pekerja, terutama yang merupakan Bukan Penerima Upah (BPU).

“Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memastikan kesejahteraan pengemudi terlindungi dalam kelompok Bukan Penerima Upah, sekaligus berkontribusi dalam upaya memberikan akses jaminan sosial yang bermanfaat dan terjangkau,” sebutnya.

Menurut Zayn, BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta menargetkan jumlah peserta BPU bisa mencapai 912.000 orang hingga akhir tahun.

Dari sisi kepesertaan, wilayah DKI Jakarta memberikan kontribusi sebanyak 22 persen dari keseluruhan peserta di Indonesia. Adapun hingga 4 Oktober 2022, jumlah peserta BPU telah mencapai 571.457 orang.

“Tentunya kami butuh dukungan dari semua pihak, dari perusahan-perusahaan terutama yang mempekerjakan pekerja informal, itu sangat kami butuhkan,” ungkapnya.

Resiko kecelakaan di jalan raya

Zayn menyebutkan, bahwa risiko terbesar dari profesi pengemudi online di Jakarta kebanyakan merupakan kecelakaan di jalan raya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved